Gelombang dingin Arktik picu peringatan bagi 80 juta warga AS

2 hours ago 1

Ankara (ANTARA) - Hampir 80 juta orang di sepanjang Pantai Timur Amerika Serikat berada dalam status waspada akibat gelombang dingin Arktik yang melanda kawasan itu akhir pekan ini, dengan Minggu pagi diperkirakan menjadi periode terdingin musim ini.

Peringatan Dingin Ekstrem diberlakukan di sebagian besar wilayah Timur Laut dan Atlantik Tengah. Udara sangat dingin disertai angin kencang menyebabkan suhu terasa jauh di bawah titik beku, lapor ABC News, Sabtu.

Suhu dingin akibat angin mencapai tingkat berbahaya sejak Sabtu pagi dari kawasan Great Lakes hingga Carolina. Kondisi tersebut diperkirakan berlanjut hingga akhir pekan, meningkatkan risiko paparan suhu ekstrem bagi warga.

Salju mulai mereda di pesisir New England setelah sistem cuaca menghasilkan hujan salju sangat lebat di sejumlah lokasi, dengan intensitas mencapai sekitar 2,5 inci per jam di beberapa jalur.

Sebagian besar wilayah Timur Laut mencatat suhu di bawah minus 10 derajat Celcius, dengan angin kencang yang membuat suhu terasa turun hingga di bawah nol di hampir seluruh kawasan tersebut.

Kota-kota besar seperti New York, Boston, dan Buffalo diperkirakan mengalami suhu yang terasa dingin akibat angin hingga minus 10 derajat Celcius. Kondisi ini dapat menyebabkan radang dingin pada kulit terbuka dalam waktu sekitar 30 menit.

Di wilayah utara Negara Bagian New York dan utara New England, suhu dingin akibat angin bahkan dapat mencapai antara minus 20 hingga minus 30 derajat Celcius.

Kondisi cuaca diperkirakan mulai membaik pada Senin seiring angin yang melemah dan tren pemanasan bertahap yang diprediksi berkembang di wilayah timur AS pada pekan depan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Badai salju di pantai timur AS batalkan hampir 1.500 penerbangan

Baca juga: Badai salju dahsyat di AS sebabkan tiga orang tewas dan listrik padam

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |