Jakarta (ANTARA) - Persija Jakarta menegaskan fokus utama mereka adalah pemulihan mental pemain menjelang laga tandang menghadapi Bali United pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026.
Asisten pelatih Persija Ricky Nelson mengatakan kekalahan 0-2 dari Arema FC pada laga sebelumnya cukup memengaruhi kondisi psikologis tim sehingga menjadi perhatian utama dalam persiapan pekan ini.
“Persiapan kami memang yang paling penting kami memperbaiki masalah mental yang dalam seminggu ini, ya, kekalahan dari Arema di kandang itu cukup mengganggu,” ujar Ricky dalam jumpa pers daring, Sabtu.
Ia menambahkan, tim pelatih bersama pelatih kepala Mauricio Souza telah melakukan pertemuan untuk memastikan tim kembali fokus menatap sisa kompetisi yang masih panjang.
Souza tidak dapat mendampingi para pemainnya saat melawan Serdadu Tridatu karena pelatih asal Brasil itu harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning akibat kartu kuning yang diterimanya pada laga kontra Arema.
“Sehingga minggu ini tim pelatih dan juga Head Coach menyiapkan tim untuk bagaimana kembali lagi bahwa melihat kompetisi masih panjang dan kita mau berusaha kembali untuk bisa menuju posisi yang kita inginkan yaitu bisa tetap dekat dengan posisi yang pertama. Sehingga, kembali kita harus kuatin mental dan semoga apa yang kita planning, ya, dengan walaupun tanpa Head Coach, pesan-pesan yang sudah diberikan dan juga kita sudah meeting, dan kita siap menghadapi Bali United,” ucapnya.
Dari sisi komposisi tim, Ricky memastikan skuad Persija kini lebih lengkap dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Sejumlah pemain yang sempat absen sudah kembali tersedia dan tidak ada pemain yang terkena akumulasi kartu.
Baca juga: Semen Padang pasang target curi poin dari kandang Arema
“Pemain sebenarnya di kondisi lawan Bali jauh lebih komplit ya. Kita sudah ada... sudah ada Jordi (Amat), sudah ada Alano (de Souza), sudah ada (Bruno) Tubarau. Sehingga sebenarnya lebih lengkap dan tidak ada yang akumulasi, ya. Kondisinya malah lebih full sekarang,” ujarnya.
Selain itu, pemain anyar Jean Mota juga sudah mulai berlatih bersama tim, meski masih dalam tahap adaptasi.
“Eh, pemain baru semua ready ya. Jean Mota pun sudah bisa berlatih bersama dan ya pasti dia butuh adaptasi. Dia butuh adaptasi. Semoga besok kita lihat situasi apakah dia bisa main atau tidak. Tapi semua pemain baru sudah jauh lebih baik dibanding minggu-minggu lalu karena adaptasinya lebih dapat,” kata Ricky.
Meski demikian, Persija menyadari tantangan berat menanti mereka di kandang Bali United. Ricky menilai Bali merupakan tim yang kuat ketika bermain di kandang, dengan karakter permainan cepat dan transisi yang efektif.
“Terus kedua... Bali tim yang bagus. Di home dia bermain sangat cepat, dia bermain dengan... dengan transisi. Ya, pemain-pemain seperti nomor 7... 7 ya? 15 apa 7 tuh? Yang (Thijmen) Goppel itu. Ya, winger dia cepat. Dan mereka sangat, apa ya... bermain di home, mereka itu jujur sulit karena kita beberapa tahun ini belum bisa taklukan mereka di home,” ujarnya.
Ricky menegaskan Persija tetap menghormati Bali United, namun timnya akan berjuang maksimal untuk meraih poin dalam laga tersebut.
“Jadi, Bali tim yang bagus, kita respect sama mereka tapi kita akan berjuang untuk bisa dapat poin di Bali pada besok hari,” katanya.
Persija saat ini menghuni posisi ketiga di klasemen sementara Super League dengan 41 poin, sedangkan tuan rumah Bali United berada di posisi kesembilan dengan 28 poin.
Baca juga: Arema FC mewaspadai strategi serangan balik Semen Padang
Baca juga: Bali United ungkap pemain kurang fit jelang jamu Persija
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































