Jakarta (ANTARA) - Satria Muda Pertamina Bandung menjalin kerja sama strategis dengan Royal Sports, pusat kedokteran dan kebugaran olahraga, guna memperkuat performa tim di Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Managing Director Satria Muda Pertamina Bandung Christian Ronaldo Sitepu mengatakan, kemitraan itu sejalan dengan keinginan pihaknya untuk menempatkan kesehatan dan kesejahteraan atlet sebagai prioritas utama.
"Program kesehatan, nutrisi, dan pemulihan yang sesuai standar membantu kami menjaga konsistensi performa sepanjang musim," kata Christian dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Satria Muda menang atas Hawks usai defisit 17 poin
Baca juga: Roster Satria Muda Pertamina Bandung untuk IBL 2026
Pria yang akrab disapa Dodo itu melanjutkan, kehadiran Royak Sports sebagai mitra strategis dinilai memperkuat komitmen klub dalam menjaga kesiapan tim menjalani kompetisi yang panjang.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) yang menempatkan Royal Sports sebagai mitra layanan medis dan performa tim.
Kemitraan itu, Christian menambahkan, menitikberatkan kepada pengelolaan kesehatan atlet secara menyeluruh, mulai dari pencegahan cedera, deteksi dini masalah kesehatan, hingga optimalisasi performa melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.
Program yang dijalankan mencakup pemeriksaan medis komprehensif, pemulihan cedera, serta penguatan kondisi fisik dan mental pemain.
Pendiri Royal Sports dr Dercie Sumantri menegaskan bahwa setiap atlet memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda, sehingga memerlukan pendekatan yang spesifik dan terukur.
"Asesmen yang kami lakukan untuk pemain basket harus berbeda dengan cabang olahraga lain karena karakter penggunaan tubuhnya juga berbeda, makanya kami ingin memastikan atlet berada pada kondisi terbaik, mendeteksi cedera sejak dini, dan menyiapkan dukungan multidisiplin agar mereka siap bersaing," ujar Dercie.
Dia menyampaikan, melalui kerja sama itu, pemain Satria Muda akan mendapatkan akses terhadap layanan medis terpadu, termasuk penanganan cedera muskuloskeletal oleh tim ortopedi dan spesialis kedokteran olahraga.
Program pemulihan juga didukung fisioterapi, penguatan performa, serta metode pemulihan terstruktur untuk menjaga kesiapan fisik sepanjang musim kompetisi.
Selain aspek fisik, layanan nutrisi klinis dan kesehatan mental menjadi bagian penting dari kemitraan tersebut.
Pendekatan itu diharapkan dapat menjaga fokus, konsistensi performa, dan ketahanan mental atlet dalam menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
Konsultan cedera olahraga Royal Sports dr Bobby Natanel Nelwan menilai kemitraan berbasis data kesehatan menjadi kunci performa berkelanjutan atlet profesional.
"Performa jangka panjang hanya bisa dicapai jika tata kelola kesehatan atlet dilakukan secara menyeluruh, terukur, dan berbasis bukti ilmiah, sehingga risiko cedera dapat ditekan seminimal mungkin," kata Bobby.
Baca juga: Dukungan swasta perkuat IBL hingga 2026
Baca juga: Kalahkan Satya Wacana 84-74, Dewa United amankan kemenangan perdana
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































