Penyelidikan kecelakaan bus ALS di Muratara naik ke tahap penyidikan

6 hours ago 8

Palembang (ANTARA) - Penyelidikan kasus kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kini telah naik ke tahap penyidikan.

“Terkait dengan proses penyelidikan, dapat kami sampaikan bahwa tim penyelidik lalu lintas dari Polda Sumatera Selatan dibantu tim TAA dari Korps Lalu Lintas Polri, saat ini proses penanganan sudah naik ke tahap penyidikan,” kata Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana saat konferensi pers di Palembang, Jumat.

Ia mengatakan proses penanganan dilakukan oleh tim penyelidik lalu lintas Polda Sumsel bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korps Lalu Lintas Polri untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan para saksi, kecelakaan diduga terjadi saat pengemudi berupaya menghindari lubang di jalan.

“Dari hasil penyelidikan sementara berdasarkan keterangan saksi-saksi yang ada, terjadinya kecelakaan ini akibat 'driver' atau pengemudi menghindari lubang yang ada di jalan,” ujarnya.

Baca juga: Satu korban selamat kecelakaan Bus ALS di Muratara meninggal dunia

Ia mengatakan kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian kejadian sebelum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

Penetapan tersangka nantinya akan dilakukan melalui gelar perkara bersama jaksa penuntut umum. Serta, akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan terkait pemeriksaan kelaikan kendaraan dan perizinan bus ALS yang mengalami kecelakaan.

“Terkait kendaraan, apakah layak atau tidak layak, serta masalah perizinan, nanti akan kita komunikasikan dengan dinas perhubungan,” katanya.

Pihaknya juga masih mendalami penyebab munculnya api setelah benturan terjadi. Dugaan sementara sumber api berasal dari tangki kendaraan, namun titik awal kebakaran masih dianalisis lebih lanjut oleh tim TAA.

Terkait dengan data manifes penumpang sementara diperoleh dari keterangan saksi selamat bernama Fadli.

Baca juga: Tim DVI identifikasi 14 jenazah kecelakaan Bus ALS di Muratara

Berdasarkan keterangan tersebut, terdapat dua penumpang yang naik dari Pati, lima orang dari Semarang, tiga orang dari Tegal dan tiga orang dari Lampung.

Selain itu, kepolisian juga masih melakukan identifikasi terhadap tiga jenazah yang belum teridentifikasi.

Polisi turut mendalami data penumpang untuk mencocokkan identitas korban dengan manifes perjalanan.

Proses identifikasi dilakukan bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) dengan metode ilmiah, termasuk tes DNA dan data pendukung lainnya.

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |