Kabaharkam pastikan situasi kamtibmas Indonesia aman 

6 hours ago 7
Berarti Indonesia masih aman, Insyaallah

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol. Karyoto memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) saat ini aman di tengah gejolak kenaikan harga dan nilai tukar rupiah yang melemah.

"Saat ini aktivitas masyarakat berjalan normal seperti biasa," kata Karyoto di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, warga, termasuk pers bisa melihat sendiri, bagaimana kehidupan sehari-hari warga saat ini dan terbukti di jalan raya, mal dan pasar masih seperti biasa.

"Tidak ada ketakutan dan lain-lain. Berarti Indonesia masih aman, Insyaallah," katanya.

Menurut dia, dampak konflik global mengakibatkan harga BBM naik, tetapi untuk BBM nonsubsidi. Sementara itu, pemerintah masih memberikan subsidi untuk BBM yang dikonsumsi masyarakat.

Baca juga: Kabaharkam buka Munas VI KBPP Polri harapkan solid dan bermanfaat

Kondisi ini membuat masyarakat kelas menengah atas mengeluarkan biaya ekstra karena harga BBM nonsubsidi naik lebih tinggi dari biasanya.

Kondisi tersebut diatasi lewat kebijakan bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA) sekali dalam seminggu.

"WFA itu dengan tujuan ada penghematan. Yang seharusnya ke kantor, dia bisa dari rumah bekerja. Untuk hal-hal yang sifatnya harus dikerjakan berkaitan dengan tugas pokoknya bagi ASN," ujarnya.

Menurut Karyoto, kebijakan WFA sekali dalam seminggu itu dapat ditiru oleh swasta selama tidak mengganggu produktivitas.

"Kalau yang jelas seperti kami (Polri) ada imbauan dalam satu minggu, satu hari WFA," ungkap Karyoto.

Baca juga: Kabaharkam minta anggaran Bhabinkamtibmas-BBM kapal patroli ditambah

Polri juga mendukung program pemerintah dalam menstabilkan harga pangan seperti beras murah yang menurutnya masih berjalan.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga mengajak masyarakat agar menaikkan harga barang sewajarnya agar tidak membebani masyarakat kecil lainnya.

"Kalau yang wajarnya naik Rp500, jangan Rp3.000. Ini kita imbau bersama, karena kita hidup dalam sosial kemasyarakatan. Jangan karena ada harga BBM (naik), mau semuanya dinaikkan. Jangan, kasihan," katanya.

Dia menyebut, jika harga upah minimum regional (UMR) naik, maka akan merepotkan semua pihak termasuk pengusaha.

Oleh karena itu dia berharap semua elemen bangsa menyadari bahwa situasi saat ini terjadi karena peristiwa (force majeure) dunia, bukan dari dalam Indonesia.

Baca juga: Kabaharkam usulkan Kogasgabpad diaktifkan tangani bencana Sumatera

Kenaikan harga BBM dipicu perang di Timur Tengah, sehingga menghambat pasokan BBM yang melewati jalur di Selat Hormuz.

"Pemerintah sudah berupaya untuk mencari alternatif lain. Dan salah satunya, subsidi tetap dipertahankan untuk masyarakat. Yang sifatnya umum, motor dan lain-lain. Itu guna menekan harga," kata Karyoto.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |