Penjelasan fenomena sinkhole, lubang raksasa yang tiba-tiba muncul di lahan warga

4 weeks ago 10

Jakarta (ANTARA) - Tim Ahli Badan Geologi Bandung dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyelidiki kemunculan tanah amblas (sinkhole) yang muncul di lahan pertanian milik warga Jorong Tepi, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Tanah tersebut amblas secara misterius pada 4 Januari 2026 dengan diameter lubang mencapai sekitar 20 meter dan kedalaman kurang lebih 15 meter.

Sejak Jumat (9/1), tim yang dipimpin Taufik Wirabuana ini melakukan kajian cepat dan pemeriksaan selama dua hari, termasuk untuk menganalisis kondisi tanah dan air.

Lantas, apa itu sinkhole?

Melansir laman Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS), sinkhole atau lubang runtuhan merupakan area tanah yang amblas ke bawah dan tidak memiliki jalur drainase alami ke area di sekitarnya.

Fenomena ini mengakibatkan air hujan terperangkap dan meresap langsung ke bawah permukaan tanah karena ketiadaan drainase tersebut.

Kondisi ini sering dijumpai pada wilayah “karst”, yaitu area dengan struktur batuan yang mudah larut oleh air tanah, seperti batu kapur, gipsum, dan garam. Di mana seiring berjalannya waktu, air yang meresap itu akan melarutkan batuan dan membentuk rongga bawah tanah.

Hal ini selaras dengan penjelasan dari Badan Geologi Kementerian ESDM di laman resminya, yakni fenomena sinkhole di Indonesia sering terjadi di kawasan karst seperti Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros.

Kemunculan ini juga bisa diperparah oleh ulah manusia, terutama akibat eksploitasi air tanah berlebih yang merusak kekuatan struktur di bawah permukaan.

Maka dari itu, keruntuhan permukaan yang dramatis pun akan terjadi secara tiba-tiba ketika tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban akibat rongga bawah tanah yang sudah terlalu besar.

Di samping hal tersebut, ukuran sinkhole sangat beragam, ada yang kecil, ada juga yang besar hingga mencapai ratusan meter lebarnya.

Dampaknya juga luas, selain merusak pemandangan alam, sinkhole juga mengancam keselamatan warga dan menyebabkan kerugian finansial, terutama di area yang padat penduduk atau bangunan penting.

Warga yang penasaran melihat dari dekat lubang sinkhole yang terbentuk di tengah ruas jalan raya jalan selingkar Wilis, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis(27/2/2025). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/foc.

Mekanisme pembentukan sinkhole

Terdapat dua proses utama pembentukan sinkhole, yaitu melalui pelarutan (solution sinkhole) dan peruntuhan.

Solution sinkhole terjadi secara bertahap akibat pengikisan batu kapur oleh air asam yang menciptakan ruang kosong di bawah tanah.

Sebaliknya, tipe peruntuhan terjadi secara mendadak saat lapisan tanah permukaan kehilangan tumpuan karena rongga di bawahnya sudah terlalu luas dan tidak sanggup lagi menahan beban yang terdapat di atasnya.

Fenomena sinkhole di area karst adalah ancaman yang bisa dikelola dengan mitigasi atau langkah pencegahan yang tepat.

Caranya termasuk mengelola air tanah, mengecek kondisi bawah tanah menggunakan teknologi canggih, dan merancang bangunan yang aman.

Tak hanya itu, juga disarankan untuk menghindari pembangunan di area rawan sinkhole (Kawasan Bentang Alam Karst/KBAK). Jika terpaksa harus membangun di kawasan tersebut, maka perlu adanya riset mendalam lebih dulu.

Masyarakat juga harus sadar terhadap lingkungan tempat tinggalnya, mengetahui tanda-tanda awal sinkhole seperti tanah retak dan pohon miring, serta tidak membuang sampah sembarangan ataupun boros air tanah.

Baca juga: Badan Geologi ingatkan warga tidak kaitkan sinkhole dengan kesehatan

Baca juga: Kementerian ESDM kaji fenomena sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota

Baca juga: Badan Geologi paparkan penyebab sinkhole di Limapuluh Kota Sumbar

Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |