Pengiriman pasukan ke Gaza tunggu arahan Presiden Prabowo Subiyanto

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Info Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Brigadir Jenderal TNI Rico Sirait, menyatakan khusus untuk masalah pengiriman pasukan di Gaza masih menunggu kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada 28 Februari 2026,

"Saya belum bisa meng-update karena masih menunggu kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 28 nanti,” katanya kepada pers di Jakarta, Rabu malam.

Dia menyatakan "ada pakem-pakem yang mungkin menjadi arahan beliau terkait dengan jumlah, terkait dengan siapa, terkait dengan di mana, kapan, dan sebagainya, masih menjadi menunggu arahan dari pimpinan tertinggi kita".

“Dan hal ini sudah disuarakan ke seluruh jajaran TNI maupun Kemenhan, termasuk kepala Puspen TNI, kepala Dinas Penerangan (matra TNI), dan seluruh pejabat untuk menahan diri dan tidak menyampaikan hal yang mungkin nantinya malah menimbulkan disinformasi,” katanya.

Baca juga: Prabowo: Pasukan TNI dikirim ke Gaza 1-2 bulan lagi, tugas bersama ISF

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja Prabowo ke Amerika Serikat baru-baru ini, Indonesia menandatangani kesediaan menjadi bagian dari Badan Perdamaian, suatu badan multilateral bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengupayakan sesuatu yang dia sebut sebagai perdamaian di Jalur Gaza.

Bahkan Indonesia didapuk menjadi negara yang petinggi militernya akan menjadi wakil komandan Pasukan Stabilitas Internasional bentukan Badan Perdamaian itu, dan Prabowo dalam pernyataannya mengatakan akan mengirimkan pasukan militer Indonesia dalam jumlah signifikan.

Sirait dalam kesempatan itu juga menyatakan hal yang ada kaitannya dengan 4.000 aparat sipil negara (ASN) yang akan dibentuk menjadi personel Komponen Cadangan pada April ini selama enam pekan pendidikan dan latihan.

“Sekarang sudah masuk tahap registrasi dan pendaftaran sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23/2019 tentang PSDN. Itu adalah sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela,” katanya.

Ia menegaskan secara garis besar syarat-syarat menjadi personel Komandan Cadangan adalah sukarela, sehingga tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan sebagainya.

"Kami hanya memberikan kuota jumlah orang yang dibutuhkan dari masing-masing kementerian dari 49 kementerian yang ada,” katanya.

Baca juga: Di Forum BoP, Prabowo: RI siap kirim 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza

Ia mencontohkan biasanya akan ditentukan dari misalnya satu kementerian A jumlahnya 1.000, kementerian B jumlahnya 500, maka kuotanya dari kementerian A mungkin hanya 50 orang, kementerian B hanya 10 orang, dan kuotanya disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia yang ada di situ.

Menurut dia, mereka akan diseleksi untuk memastikan yang bersangkutan sehat, dipastikan yang bersangkutan tidak ada kondisi fisik yang membatasi.

“Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing. Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya diproses secara administrasi,” katanya.

Pelaksanaan pendidikan dan latihan Komponen Cadangan kali ini, kata dia, akan dilaksanakan selama dua gelombang, setiap gelombang selama satu setengah bulan.

“Jadi gelombang pertama 2.000 orang, kemudian dilaksanakan satu bulan setengah,” katanya.

Baca juga: Prabowo prihatin situasi di Tepi Barat ganggu upaya perdamaian Gaza

Baca juga: Prabowo yakin rencana besar Dewan Perdamaian wujudkan damai di Gaza

Pewarta: Ade P Marboen
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |