Pengelola perbaiki tembok Pasar Induk Kramat Jati yang jebol

1 month ago 12

Jakarta (ANTARA) - Pengelola Pasar Induk Kramat Jati memastikan segera melakukan perbaikan pada tembok pembatas antara area pasar dengan permukiman warga yang jebol akibat tumpukan sampah.

"Terhadap kondisi tembok yang jebol itu, kami akan lakukan perbaikan setelah pengempesan tumpukan sampah ini dilakukan," kata Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis.

Perbaikan tembok pembatas itu penting dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga yang tinggal di sekitar area pasar.

Selain mencegah risiko longsoran sampah, keberadaan pagar pembatas juga dianggap perlu untuk menjaga batas antara kawasan aktivitas pasar dengan lingkungan permukiman.

Menurut Agus, kerusakan tembok tersebut diduga kuat akibat tingginya tumpukan sampah yang melebihi kapasitas penampungan di kawasan pasar.

Jadi, tembok itu jebol karena tekanan berat timbunan sampah yang sudah berlangsung cukup lama.

Kemudian, kondisi itu juga membuat struktur tembok kehilangan daya tahan hingga akhirnya retak dan rusak di sejumlah titik.

"Jadi, yang jelas bahwa jebolnya itu kan karena kelebihan kapasitas penumpukan sampah yang ada sehingga menyebabkan daya tahan dari tembok itu pun tidak cukup mampu untuk menahan, sehingga ada beberapa slot yang mengalami kerusakan," jelas Agus.

Baca juga: Puluhan armada angkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Saat ini, dia menyebutkan pihak pengelola bersama instansi terkait fokus melakukan penanganan sampah terlebih dahulu.

Setelah tumpukan sampah berkurang, barulah proses perbaikan fisik tembok dilakukan.

"Maka, target kami adalah tetap melakukan pemagaran kembali setelah tumpukan sampah di belakang itu tertangani," ujar Agus.

Sebelumnya, warga sekitar Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan tumpukan sampah yang kerap menggunung dan menimbulkan bau tak sedap hingga tercium ke kawasan permukiman dalam radius ratusan meter.

Salah satu warga sekitar Pasar Induk Kramat Jati, Syahrul (50) menduga tembok pembatas antarperkampungan warga itu roboh akibat tekanan sampah yang menumpuk berlebihan.

"Penyebabnya karena tertingginya sampah saja. Tingginya sampah, dia terlalu mendorong, mendorong tembok, akhirnya mengenai beban tembok roboh begitu," kata Syahrul di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/1).

Peristiwa jebolnya tembok pembatas itu terjadi sekitar sebulan terakhir, sehingga mengakibatkan bagian beton dan tiang tembok masuk ke saluran air.

Puluhan personel dan armada truk dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mulai mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Kamis.

Baca juga: Warga keluhkan bau sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Jumlah armada pada Kamis meningkat signifikan dibanding hari-hari sebelumnya. Jika sebelumnya maksimal hanya delapan armada truk yang dioperasikan setiap hari, kini jumlahnya terus ditambah berkat dukungan lintas instansi.

Upaya penanganan penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati itu pun mulai menunjukkan progres.

Sejak pagi, puluhan personel kebersihan bersama armada truk pengangkut dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses pengosongan gunungan sampah yang selama ini dikeluhkan warga.

Aktivitas bongkar muat sampah tampak berlangsung sejak pukul 05.30 WIB. Petugas dari DLH DKI Jakarta, yang dibantu UPK Badan Air serta pengelola pasar, bekerja bergantian mengeruk sampah yang telah menumpuk tinggi di area belakang pasar tersebut.

Sampah-sampah itu kemudian dimasukkan ke dalam bak truk sebelum dibawa menuju tempat pembuangan akhir.

Sejumlah alat berat juga disiagakan untuk mempercepat proses pengangkutan, mengingat volume sampah yang menggunung tidak memungkinkan jika hanya ditangani secara manual.

Pada saat yang bersamaan, beberapa petugas lainnya tampak melakukan penyisiran di jalur akses pasar untuk memastikan tidak ada sampah yang tercecer.

Operasi pengangkutan itu terus dilakukan hingga volume sampah benar-benar berkurang secara signifikan.

Baca juga: Pedagang Pasar Induk Kramat Jati keluhkan lapak sementara tak layak

Baca juga: Pasar Jaya siapkan penampungan bagi pedagang Pasar Induk Kramat Jati

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |