Penerbangan pagi jadi solusi sementara di Singkawang saat kabut asap

2 hours ago 2

Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang mengupayakan penyesuaian jadwal penerbangan pada pagi hari sebagai salah satu solusi agar operasional Bandara Singkawang dapat kembali berjalan di tengah gangguan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang, Minggu, mengatakan opsi tersebut sudah dibahas dengan Komandan Lanud Supadio Pontianak, Marsma TNI Sidik Setiyono, bersama BMKG Stasiun Singkawang, AirNav Indonesia Cabang Pontianak dan perwakilan maskapai.

Menurut dia, penerbangan pagi dipertimbangkan karena kondisi jarak pandang pada waktu tersebut cenderung lebih baik sehingga dapat mendukung aspek keselamatan penerbangan.

Baca juga: Pemkot Singkawang usulkan penambahan apron bandara ke Kemenhub

"Salah satu poin utama yang didiskusikan terkait penggunaan slot time di luar jadwal resmi operasional di Bandara Kota Singkawang pada kondisi karhutla. Penyesuaian ini dilakukan mempertimbangkan kondisi jarak pandang (visibility) yang jauh lebih ideal pada pagi hari untuk keselamatan penerbangan," kata Tjhai Chui Mie.

Ia mengatakan gangguan operasional Bandara Singkawang selama sekitar satu bulan telah memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Dampak tersebut, kata dia, tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga pariwisata, perhotelan, usaha kuliner dan restoran yang bergantung pada mobilitas masyarakat dari luar daerah.

Baca juga: Pemkot Singkawang minta PLN terbuka informasi soal pemadaman listrik

"Langkah-langkah ini kami upayakan demi pergerakan perekonomian Kota Singkawang. Selama satu bulan bandara tidak beroperasi, dampaknya sangat terasa pada sektor pariwisata, perhotelan, hingga usaha kuliner dan restoran," ujarnya.

Tjhai Chui Mie mengatakan, Pemkot Singkawang sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia dan maskapai untuk membahas skema penerbangan pagi sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu pemasangan Instrument Landing System (ILS).

"Kami akan terus berkomitmen dan memberi dukungan penuh agar Bandara Singkawang dapat segera beroperasi kembali secara normal seperti sediakala," katanya.

Baca juga: Menko AHY dorong peningkatan akses bandara Singkawang jadi empat lajur

Ia menambahkan keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap penyesuaian operasional bandara, sehingga keputusan terkait waktu penerbangan akan menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang di lapangan.

Pemkot Singkawang juga mengapresiasi dukungan Lanud Supadio, AirNav Indonesia, BMKG dan maskapai dalam mencari solusi untuk memulihkan konektivitas udara dari dan menuju Singkawang.

Dengan penyesuaian operasional tersebut, kata Wali Kota, pemerintah daerah berharap penerbangan di Bandara Singkawang dapat kembali berjalan sehingga konektivitas masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah berangsur pulih.

Baca juga: Pemkot Singkawang tanam 8.000 pohon untuk mitigasi perubahan iklim

Baca juga: Pemkot Singkawang jajaki kerja sama dengan maskapai Pelita Air

Pewarta: Narwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |