Pemprov Sulteng antisipasi kendala pelayanan BBM bersubsidi

4 days ago 6

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengantisipasi kendala pelayanan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis solar, guna memastikan kelancaran transportasi dan distribusi barang di daerah ini.

“Kita ingin memastikan pelayanan BBM, khususnya BBM bersubsidi, berjalan lancar dan tidak menjadi hambatan bagi masyarakat maupun pelaku usaha transportasi. Ini juga bagian dari upaya kita menjalankan Program Berani Lancar di sektor transportasi,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Palu, Selasa.

Ia mendorong agar kendala penggunaan barcode/QR code dalam pelayanan BBM bersubsidi jenis solar bagi angkutan kontainer di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dapat segera ditangani secara konkret.

Menurut dia, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat menghambat aktivitas transportasi dan distribusi barang apabila tidak segera ditangani.

Tindak lanjut persoalan itu dibahas dalam rapat koordinasi bersama sejumlah instansi dan pihak terkait, termasuk PT Pertamina, Hiswana Migas Sulawesi Tengah, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah, serta perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi demonstrasi Serikat Buruh Transportasi Container (SBTC) Sulawesi Tengah, sekaligus sebagai langkah mengantisipasi antrean panjang BBM seperti yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam rapat itu, salah satu persoalan yang dibahas adalah kendala teknis ketika barcode/QR code milik truk kontainer tidak dapat dipindai saat kendaraan sudah berada di depan nozzle.

Kondisi tersebut dinilai dapat merugikan pengemudi karena kendaraan telah mengantre dalam waktu lama, tetapi transaksi pengisian BBM tidak dapat dilakukan akibat gangguan pada sistem QR code.

“Jangan sampai truk sudah mengantre lama, kemudian ketika sampai di depan nozzle baru diketahui QR code-nya bermasalah atau tidak bisa dipindai. Ini yang harus kita cegah,” kata Gubernur.

Baca juga: Pemprov Sulteng: Kelangkaan BBM di Palu telah teratasi

Baca juga: Pertamina terus perkuat sinergi guna pulihkan layanan BBM di Makassar

Ia mengatakan Pemprov Sulawesi Tengah juga akan menyiapkan surat kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk memohon diskresi atau kebijakan tertentu bagi pengelola SPBU ketika menghadapi kendala teknis penggunaan barcode/QR code yang berada di luar kendali masyarakat.

Ia mengatakan hal tersebut untuk memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi, termasuk truk kontainer yang menjalankan aktivitas distribusi, tetap mendapatkan pelayanan ketika terjadi kendala teknis pada sistem.

Menurut dia, kebijakan tersebut penting agar penerapan sistem digital tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi riil yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Ia juga meminta kepada Pertamina dan Hiswana Migas untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying atau pembelian secara berlebihan.

Pihaknya juga akan memperkuat koordinasi dengan Hiswana Migas terkait distribusi serta pelayanan penjualan BBM, khususnya BBM bersubsidi.

Gubernur berharap langkah tersebut dapat menjaga kelancaran distribusi BBM dan memastikan aktivitas transportasi di Sulawesi Tengah tetap berjalan.

“Kita ingin persoalan ini diselesaikan dengan koordinasi, pelayanan yang lebih baik, dan solusi yang tidak merugikan masyarakat. Yang paling penting, distribusi BBM lancar, transportasi lancar, dan aktivitas ekonomi masyarakat juga tetap berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Pertamina dan Hiswana Migas Sulawesi Tengah sepakat memberikan kemudahan pelayanan bagi truk kontainer, khususnya dalam pembelian BBM bersubsidi yang menggunakan barcode/QR code.

Pertamina dan Hiswana Migas juga akan menugaskan pegawai khusus untuk mendampingi penggunaan barcode/QR code di SPBU serta menyiapkan petugas secara mobile untuk melakukan pengecekan terhadap truk kontainer yang sedang mengantre.

Pemeriksaan tersebut dilakukan lebih awal sehingga apabila terdapat kendala pada barcode/QR code, persoalan dapat diketahui sebelum kendaraan mencapai nozzle.

Baca juga: IESR sebut perkuat pasokan untuk atasi antrean BBM di daerah

Baca juga: Menteri Bahlil tegaskan cadangan BBM nasional aman

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |