Pemprov Sulsel salurkan bantuan listrik bagi warga daerah terpencil

1 month ago 28

Makassar (ANTARA) - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyalurkan bantuan pasang baru listrik (BPBL) Tahun Anggaran 2025 kepada 215 rumah tangga tidak mampu yang tersebar di lima kabupaten, yakni Kabupaten Sidrap, Soppeng, Takalar, Wajo, dan Enrekang.

Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Eka Prasetia dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan bantuan BPBL tersebut berupa instalasi listrik rumah sederhana dengan empat titik lampu serta sambungan kWh meter PLN berdaya 450 VA bersubsidi.

Sasaran penerima merupakan rumah tangga yang masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 3, sebagai kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Baca juga: Ribuan warga terpencil di Tator Sulsel kini nikmati listrik PLN 24 jam

Ia menyampaikan program di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar energi listrik sekaligus mendorong pemerataan akses energi di seluruh wilayah Sulsel.

“Melalui program BPBL dan LTSHE, pemerintah ingin memastikan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil dan kepulauan, dapat menikmati listrik yang layak guna menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan,” ujarnya.

Eka menjelaskan pelaksanaan program BPBL diawali dengan tahapan survei dan verifikasi calon penerima manfaat yang dilakukan sejak Juni 2025.

Selanjutnya, pekerjaan pemasangan instalasi listrik dilaksanakan mulai Juli 2025 hingga November 2025, yang ditandai dengan penyerahan bantuan secara langsung kepada masyarakat penerima.

Selain program BPBL, Pemprov Sulsel juga melaksanakan pengadaan dan pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) sebanyak 207 unit di Kabupaten Sinjai, tepatnya di Kecamatan Pulau Sembilan.

Program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik berbasis energi terbarukan di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Bantuan LTSHE tersebut tersebar di dua desa, yakni Desa Pulau Padaelo sebanyak 162 unit dan Desa Pulau Persatuan sebanyak 45 unit. Program ini diharapkan menjadi solusi transisi energi sekaligus menjamin akses listrik yang berkelanjutan bagi masyarakat kepulauan.

Program BPBL dan LTSHE ini, lanjut Eka, diharapkan mampu mendukung percepatan pencapaian rasio elektrifikasi 100 persen di Sulawesi Selatan, meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), serta membuka peluang tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terisolasi.

“Kami berharap dapat mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru, mendukung pendidikan, pengolahan hasil pertanian, serta pengembangan industri kecil masyarakat, sekaligus memperkuat pemanfaatan energi terbarukan di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Baca juga: Petani Sulsel untung berkat program listrik PLN masuk sawah

Baca juga: PLN pulihkan 96,5 persen listrik pelanggan terdampak bencana di Sulsel

Adapun BPBL tahun 2023-2025, sebanyak 562 penerima. Pada 2023, sebanyak 307 penerima, 2024, sebanyak 40 penerima, dan 2025, sebanyak 215 penerima.

Bantuan LTSHE dari 2023-2025 sebanyak 317 unit mencakup Kabupaten Luwu Utara, Bone, Pinrang dan Sinjai. Selain itu, Bantuan Pengadaan dan Pemasangan Penerangan Jalan Tenaga Surya (PJUTS) TA 2023, sebanyak 10 set untuk Kabupaten Jeneponto dan Luwu.

Salah satu penerima bantuan, Handayani menyatakan terima kasihnya kepada Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman atas bantuan tersebut. "Saya senang, alhamdulillah. Saya selama ini tidak pernah mengira bahwa ada bantuan ini," ucap Andi Handayani.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |