Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menghubungkan empat hotel di kawasan Bundaran HI, yakni Grand Hyatt, Pullman, Mandarin Oriental, dan Hotel Kempinski dengan stasiun MRT dari bawah tanah (underground).
“Pasti yang pernah pergi ke Singapura membayangkan kapan Jakarta punya jalan di bawah yang bisa terhubung? Kita akan segera mulai. Sebenarnya, sudah mulai dibangun, menghubungkan Grand Hyatt, Pullman, Mandarin Oriental, hingga Hotel Kempinski di bawah dan langsung masuk ke MRT,” ujar Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (26/2).
Sehingga nantinya, lanjut dia, masyarakat tidak perlu lagi berjalan di atas atau melalui Bundaran HI.
Dengan demikian, diharapkan kawasan Bundaran HI menjadi lebih tertata rapi.
Akan tetapi, Pramono belum dapat merinci biaya pembangunan dan waktu peresmian atau pembukaan akses jalan tersebut.
Namun, dia memastikan pembangunan tersebut dilakukan karena berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta bukan lagi merupakan ibu kota, melainkan sudah naik kelas menjadi kota global.
“Walaupun sampai hari ini Jakarta masih ibu kota, sebagai global city, dalam kepemimpinan saya, Jakarta dulu ranking 74, sekarang Alhamdulillah sudah 71, sudah naik kelas,” ujar Pramono.
Dia pun optimistis Jakarta bisa semakin naik kelas ke depannya.
Terlebih, menurut dia, transportasi umum di Jakarta saat ini sudah tidak kalah dengan Manila, Hanoi dan kota-kota lainnya.
Dia menegaskan hal itu dapat terwujud berkat kerja tim yang baik, khususnya di dalam jajaran Balai Kota DKI Jakarta.
“Orkestrasinya ada, dan itulah yang saya yakini akan membuat Jakarta berubah,” ungkap Pramono.
Baca juga: Rano sebut tahun ini momentum perkuat implementasi program pembangunan
Baca juga: Pembangunan MRT fase Timur-Barat dimulai dari Thamrin pada 2026
Baca juga: Pemprov DKI tetapkan tujuh prioritas pembangunan pada 2027
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































