Pemprov DKI dinilai efektif perluas akses pasar UMKM pada 2025

1 month ago 13

Jakarta (ANTARA) - Kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta pada 2025 dinilai efektif dalam memperluas akses pasar dan memperkuat posisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di ibu kota.

"Salah satu indikator paling jelas adalah belanja produk UMKM melalui pengadaan pemerintah. DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan belanja produk UMKM terbesar secara nasional, dengan nilai mencapai sekitar Rp13,7 triliun," kata Direktur Jakarta Institute Agung Nugroho di Jakarta, Kamis.

Agung menilai capaian PPKUKM DKI Jakarta dapat dilihat dari sejumlah indikator terukur, terutama keberpihakan anggaran pemerintah daerah, pembukaan akses pasar nasional dan internasional, serta penguatan tata kelola perdagangan.

Menurut dia, belanja pemerintah menjadi instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan UMKM di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tekanan, baik dari sisi daya beli masyarakat maupun ketidakpastian global.

Dengan adanya permintaan yang relatif stabil dari pemerintah daerah, lanjut dia, UMKM memiliki ruang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.

Baca juga: 33 UMKM binaan Jakpreneur tampilkan produk kreatif di TEI 2025

Selain dari sisi pengadaan, PPKUKM DKI Jakarta juga dinilai aktif membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Sepanjang 2025, puluhan UMKM binaan difasilitasi mengikuti pameran berskala nasional dan internasional, termasuk Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, yang menjadi ajang pertemuan pelaku usaha dengan pembeli dan mitra dagang dari dalam maupun luar negeri.

"Partisipasi UMKM Jakarta di pameran dagang seperti TEI penting karena mempertemukan pelaku usaha kecil dengan pasar yang lebih besar. Di sana ada business matching, peluang kontrak, dan jejaring usaha yang tidak mudah diakses tanpa peran pemerintah," ujarnya.

Tak hanya itu, fasilitasi pameran juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi UMKM, terutama dalam memahami standar kualitas produk, kemasan, serta pola permintaan pasar yang lebih kompetitif.

Di tingkat wilayah, PPKUKM DKI Jakarta juga mencatat dampak ekonomi langsung melalui penyelenggaraan berbagai bazar UMKM. Di sejumlah kota administrasi, termasuk Jakarta Barat, rangkaian bazar yang digelar sepanjang 2025 menghasilkan omzet kumulatif hingga miliaran rupiah bagi pelaku UMKM binaan.

Baca juga: Festival Kopling 2025 padukan UMKM dengan musisi ternama

Agung menilai, meskipun bazar kerap dianggap sebagai solusi jangka pendek, kegiatan tersebut tetap relevan jika ditempatkan sebagai bagian dari strategi penguatan pasar.

"Bazar bukan tujuan akhir, tetapi ruang uji pasar. UMKM bisa menguji harga, kualitas, dan respons konsumen secara langsung," ucapnya.

Dari sisi tata kelola perdagangan, PPKUKM DKI Jakarta juga meraih sejumlah penghargaan nasional di bidang perlindungan konsumen, termasuk predikat Daerah Tertib Ukur yang berhasil dipertahankan beberapa tahun berturut-turut. Aspek ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan menciptakan iklim usaha yang sehat.

"Perdagangan yang adil dan tertib menjadi fondasi agar UMKM bisa bersaing secara berkelanjutan. Perlindungan konsumen bukan isu teknis, tetapi bagian dari ekosistem ekonomi," katanya.

Meski demikian, Agung mengingatkan bahwa capaian tersebut perlu diikuti dengan kebijakan lanjutan yang berorientasi jangka menengah dan panjang. Tantangan utama ke depan adalah memastikan UMKM Jakarta mampu bersaing di luar skema dukungan pemerintah.

Baca juga: Kadin DKI gandeng Bank Jakarta permudah UMKM dapatkan permodalan

Data kinerja PPKUKM DKI Jakarta sepanjang 2025, tambah dia, seharusnya menjadi dasar evaluasi kebijakan yang lebih mendalam agar program pemberdayaan UMKM benar-benar mendorong pelaku usaha naik kelas.

"Yang dibutuhkan sekarang adalah kesinambungan kebijakan. Data menunjukkan arah yang positif, tetapi tantangannya adalah menjaga konsistensi agar dampaknya berkelanjutan," kata Agung.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |