Tangerang Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten segera menindak lanjuti kebutuhan air bersih bagi warga di RT/RW 06/04, Kelurahan Serpong, yang terdampak pencemaran lingkungan tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang.
"Kalau kurang nanti kita tambah lagi berapa jumlah warga yang membutuhkan agar kebutuhan air bersih bisa terpenuhi," kata Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan di Tangerang, Rabu.
Ia menyebut menanggapi keluhan warga atas kekurangan air bersih dampak dari pencemaran lingkungan dari TPA Cipeucang, pemerintah daerah saat ini bakal segera mendistribusikan kebutuhan masyarakat tersebut.
Selain itu, pihaknya juga telah memerintahkan dinas terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pendataan guna mengakomodasi pengiriman air bersih.
Baca juga: Tercemar sampah, warga sekitar TPA Tangsel kesulitan dapat air bersih
"Nanti kasih tau aja ke Dinas Lingkungan Hidup ataupun kelurahan supaya nanti kita juga bisa dorong bantu untuk penganggarannya," ungkapnya.
Untuk penanganan dugaan pencemaran, jajarannya kini tengah mencarikan solusi. Dimana, rencananya pihaknya akan menyediakan instalasi pengolahan air limbah atau fasilitas yang dirancang untuk mengolah air limbah sebagai antisipasi perluasan terjadinya pencemaran lingkungan ke permukiman warga.
"Sekarang itu kita akan menyiapkan instalasi IPAL. Jadi mudah-mudahan dengan IPAL untuk pembuangan air lindi dan lain sebagainya bisa terkontrol," ungkap dia.
Sebelumnya, warga di RT/RW 06/04, Kelurahan Serpong Kota Tangerang Selatan, mengeluhkan soal sulitnya mendapat air bersih.
Baca juga: Banten perkuat sinergi dengan Jakarta untuk pasok air bersih Tangsel
Salah satu warga setempat, Agus di Tangerang, Rabu mengungkapkan bahwa kualitas air tanah di sekitar permukiman warga saat ini sudah tidak dapat dikonsumsi karena diduga tercemar oleh sampah dari TPA Cipeucang.
"Semua aktivitas pakai air galon yang dibeli. Jadi nambah pengeluaran soalnya sehari itu bisa empat galon buat minum, masak, dan lain-lain," katanya.
Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci dan mandi warga mencari air bersih dari warga lain yang jauh dari pencemaran sampah di TPA.
"Permasalahaan kebutuhan air bersih ini sudah mengadukan langsung ke pemerintah daerah setempat," ungkapnya.
Baca juga: Warga sekitar Aqua ungkap sulit akses air bersih kepada Dedi Mulyadi
Baca juga: Kemenko IPK: Kebutuhan air bersih dapat dipenuhi lewat pendanaan tepat
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































