Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan robot pemadam kebakaran berteknologi tinggi salah satunya digunakan untuk memadamkan kebakaran di medan yang berbahaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, di Surabaya, Rabu, mengatakan selain robot pemadam kebakaran hari ini juga dikenalkan satu unit mobil pemadam kebakaran Hazmat, tiga unit mobil pemadam Compress Air Foam System (CAFS) berkapasitas 3.000 liter, serta dua unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter.
"Kehadiran unit-unit baru ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi para petugas di lapangan,“ katanya.
Ia mengatakan peluncuran armada baru ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal bagi para petugas pemadam kebakaran.
Menurutnya, keselamatan personel adalah prioritas utama, terutama saat mereka harus berhadapan dengan medan yang memiliki risiko tinggi seperti kawasan industri atau lokasi yang terpapar bahan kimia berbahaya.
Baca juga: Pemkot Surabaya luncurkan layanan parkir nontunai
“Kami meluncurkan unit mobil pemadam kebakaran Hazmat dan dua unit robot pemadam. Tujuannya jelas, untuk menghadapi kebakaran di lokasi yang penuh zat kimia, yang sangat membahayakan nyawa petugas," katanya.
Ia juga menjelaskan keunggulan mobil pemadam Hazmat yang kini telah dilengkapi dengan fasilitas Hyperbaric Chamber untuk memastikan pemulihan fisik petugas secara cepat setelah berjibaku dengan asap dan zat kimia, sehingga risiko gangguan kesehatan akibat kekurangan oksigen dapat diminimalisasi.
"Di dalam mobil pemadam Hazmat itu sudah dilengkapi fasilitas Hyperbaric. Jadi, setelah petugas selesai menyemprot dan melepas baju Hazmat, mereka bisa langsung masuk ke sana untuk pemulihan oksigen," katanya.
Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani menjelaskan bahwa penggunaan robot pemadam kebakaran merupakan langkah strategis untuk menggantikan peran manusia di lingkungan yang sangat berbahaya.
Robot yang dikendalikan dari jarak jauh ini dirancang khusus untuk menangani kebakaran di gedung tinggi, ruang bawah tanah, gudang amunisi, kilang minyak, hingga area yang terpapar bahan kimia atau ancaman bom.
Baca juga: Pemkot Surabaya luncurkan aplikasi KNG layani adminduk
“Dengan material tahan air dan ledakan, robot ini mampu mendaki kemiringan ekstrem hingga 42 derajat dan melewati rintangan setinggi 60 centimeter,” kata Laksita Rini.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































