Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus bekerja keras dengan mengerahkan seluruh pompa air yang dimiliki untuk menangani banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kota Semarang.
Kepala DPU Kota Semarang Suwarto, di Semarang, Selasa, mengungkapkan seluruh infrastruktur penanganan banjir diaktifkan dan beroperasi optimal, termasuk dukungan darurat untuk Rumah Pompa Pasar Waru yang tengah dalam perbaikan.
Meskipun Rumah Pompa Pasar Waru yang dikelola BBWS masih dalam upaya perbaikan, pihaknya segera mengambil tindakan darurat.
"Kami telah mengerahkan tiga unit pompa mobile DPU dengan kapasitas total 2x250 liter per detik (lps) untuk membantu mem-back up area Pasar Waru dan sekitarnya," katanya.
Seperti diketahui, hujan yang turun selama beberapa jam pada Selasa pagi telah mengakibatkan beberapa wilayah di ibu kota Provinsi Jawa Tengah tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi.
Menurut dia, pengerahan pompa mobile tersebut merupakan langkah cepat Pemkot Semarang untuk memastikan penanganan genangan tetap berjalan tanpa hambatan selama proses perbaikan pompa utama.
Ia melaporkan bahwa pompa-pompa kunci di wilayah rawan genangan banjir telah beroperasi penuh.
"Pompa di Trimulyo, Genuk, terpantau aktif dan siap siaga memompa air hujan keluar dari kawasan yang rawan genangan. Demikian pula, pompa di Jalan Majapahit juga dilaporkan aktif dan beroperasi optimal untuk mengendalikan debit air di area tersebut," katanya.
Baca juga: Banjir kembali genangi wilayah Kota Semarang akibat hujan Selasa pagi
Menanggapi laporan warga terkait pompa di Muktiharjo Kidul yang sempat mati, Suwarto memberikan penjelasan teknis.
Ia mengatakan bahwa langkah tersebut terpaksa dilakukan dengan pertimbangan efektivitas dan efisiensi, melihat kondisi debet air di Sungai Tenggang yang tinggi.
"Informasi dari operator sementara dimatikan karena level air di Tenggang limpas sampai kolam retensi sehingga air hanya akan berputar di situ-situ saja jika dipompa. Kami harus menunggu elevasi Tenggang turun dahulu agar operasional pompa dapat maksimal," katanya.
Hal tersebut juga menjadi alasan pompa-pompa lainnya yang berada di Bawah Tol Kaligawe, Kaligawe Raya, Muktiharjo Lor, Kampung Semarang, Kencono Selatan Utara, dan Padi Raya dimatikan sementara.
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD);Pompa Wilayah Timur memiliki 44 pompa dengan total kapasitas sekitar 14.196 lps yang mencakup delapan lokasi.
Pompa yang beroperasi adalah di Kandang Kebo (Jalan Banjir Kanal) dengan enam unit pompa Submersible. Di Pasar Waru (Jalan Sawah Besar Raya) terdapat tiga unit Mobile Pump, dengan dua unit di antaranya beroperasi pada malam hari karena harus menutup jalan.
Selanjutnya, di Banjardowo (Jalan Genuksari - Karangroto) mengoperasikan dua unit Submersible, diikuti oleh tiga lokasi di Jalan Purwosari IV dan Tambakrejo 1 (dua unit Submersible), Tambakrejo 2 (satu unit Submersible), dan Tambakrejo 3 (satu unit Submersible).
Selain itu, di Trimulyo (Jalan Trimulyo) beroperasi empat unit Submersible, serta di Aspol (Jalan Asrama Polisi Kabluk) yang mengoperasikan dua unit pompa Submersible dan Mobile Pump.
Baca juga: Pemkot Semarang ingatkan warga siaga banjir hingga Februari 2026
Adapun pompa di lokasi lain seperti Manggis, Majapahit, Plamongan Hijau, dan Soekarno Hatta berstatus off (tidak beroperasi karena hujan telah reda) dan baru akan dioperasikan saat hujan turun.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































