Pemkot Jakut pastikan penuhi kebutuhan dasar penyintas banjir

3 weeks ago 13

Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat memastikan Pemkot Jakut memenuhi kebutuhan dasar para penyintas banjir yang masih mengungsi, pada sejumlah lokasi di daerah setempat.

“Hari ini, kami hadir di Kelurahan Semper Timur untuk menjenguk dan memastikan saudara-saudara kita yang mengungsi mendapatkan pelayanan yang layak serta kebutuhan penyintas terpenuhi," kata dia di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan di lokasi tersebut pengungsi tercatat sebanyak 129 jiwa yang berasal dari tiga RW.

“Jumlah pengungsi hari ini sudah berkurang dibandingkan kemarin,” kata dia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar bagi pengungsi.

Baca juga: Tiga orang tewas tersengat listrik saat banjir di Cilincing Jakut

Pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, seperti Suku Dinas Sosial, Baznas Bazis, Danramil, Polres, dan unsur lainnya.

Ia mengatakan pihaknya menyediakan fasilitas tempat istirahat, makan dan minum, serta kebutuhan kebersihan seperti mandi dan cuci.

“Kami bergerak bersama agar kebutuhan pengungsi dapat terpenuhi dengan baik," kata dia.

Ia menambahkan lokasi pengungsian tidak hanya berada di Kelurahan Semper Timur, tetapi juga tersebar di beberapa wilayah lain, seperti Rusun Embrio Kelurahan Semper Barat dan Kelurahan Pegangsaan Dua.

"Kami berharap genangan air segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” kata dia.

Baca juga: Mobil amfibi Damkar evakuasi korban banjir di Cengkareng Jakbar

Hendra mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Selain penanganan pengungsi, Hendra menegaskan pelayanan publik tetap berjalan normal, baik secara tatap muka maupun daring.

Terkait pasokan listrik, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN untuk memadamkan gardu listrik di area terdampak banjir demi keselamatan warga.

Menurut dia, pelayanan kepada masyarakat tidak terhalang karena banjir. Warga tetap bisa datang ke kantor kelurahan, kecamatan, maupun wali kota.

“Untuk layanan daring, kami sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Kominfotik agar sistem tetap berfungsi," kata dia.

Baca juga: 82 jiwa mengungsi akibat banjir di Tegal Alur Jakbar

Sementara Lurah Semper Timur, Tien Septimar, menyampaikan data pengungsi di wilayahnya saat ini berjumlah 129 orang, terdiri atas 16 balita, 12 lansia, 77 orang dewasa, serta 24 anak dan remaja.

Mereka berasal dari RW 01, RW 02, dan RW 04, dengan jumlah terbanyak dari RW 02.

"Kemarin jumlah pengungsi sekitar 137 jiwa, namun sebagian sudah kembali ke rumah. Ada juga warga yang memilih mengungsi di masjid atau rumah sanak saudara,"kata dia.

Kelurahan menyediakan layanan kesehatan dari Suku Dinas Kesehatan serta makanan siap saji bagi para pengungsi.

"Keluhan yang dialami pengungsi umumnya berupa batuk, pilek, gatal-gatal dan pegal-pegal. Semua sudah ditangani oleh petugas kesehatan," kata dia.

Baca juga: Prajurit dorong kendaraan mogok-gendong warga korban banjir Jakarta

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 822 warga di Jakarta Utara mengungsi pada sejumlah lokasi pengungsian akibat banjir yang melanda kawasan tersebut pada Senin (12/1).

“Ratusan warga yang mengungsi ada di dua kecamatan yakni Cilincing dan Tanjung Priok,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |