Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) mengajak masyarakat agar ikut mengawasi serta memantau orang asing dan tenaga kerja asing (TKA) di wilayah Jakarta Utara untuk mencegah terjadinya pelanggaran izin tinggal atau penyalahgunaan izin tinggal.
“Untuk itu, kami menggelar bimbingan teknis (bimtek) yang bertujuan meningkatkan peran dan fungsi masyarakat dalam melakukan pengawasan orang asing,” kata Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jakarta Utara Muhammad Reza Phahlevi dalam kegiatan bimtek pelatihan peningkatan pengawasan masyarakat terhadap orang asing dan tenaga kerja asing di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan pengawasan terhadap orang asing dan tenaga kerja asing membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.
Pengawasan dan pemantauan orang asing serta tenaga kerja asing bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
“Kolaborasi ini penting untuk memastikan keberadaan dan aktivitas orang asing di Jakarta Utara tetap terpantau serta berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Reza.
Menurut dia, Jakarta terus berkembang menuju kota global, sehingga semakin terbuka terhadap kehadiran masyarakat internasional.
Kondisi tersebut, kata dia, perlu diimbangi dengan pengawasan yang baik agar tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Baca juga: Kemenpar soroti Blok M mulai jadi destinasi favorit wisatawan asing
Reza menyebutkan Jakarta tengah bertransformasi menjadi Kota Global dan berdasarkan laporan Global City Index 2025, Jakarta berada di peringkat ke-71, meningkat empat peringkat dibandingkan posisi ke-75 pada 2024.
Dia pun menilai peningkatan posisi Jakarta sebagai kota global itu perlu didukung dengan terciptanya iklim yang aman dan bersahabat, termasuk bagi perusahaan internasional, wisatawan mancanegara, maupun orang asing dan tenaga kerja asing yang datang, bekerja, atau menetap di Jakarta Utara.
“Di satu sisi, kita harus membangun Jakarta Utara sebagai wilayah yang terbuka, aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat internasional. Namun di sisi lain, kita juga harus memastikan pengawasan terhadap orang asing dan tenaga kerja asing dapat berjalan secara optimal,” tutur Reza.
Oleh sebab itu, dia berharap para peserta bimtek tersebut dapat menjadi bagian dari jejaring pemantauan di lingkungan masing-masing dengan mengedepankan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah maupun instansi terkait.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada forum diskusi saja, tetapi dapat memperkuat jejaring komunikasi dan koordinasi di lapangan. Jika terdapat informasi atau aktivitas orang asing yang perlu mendapatkan perhatian, masyarakat dan para pengelola dapat segera berkoordinasi dengan pihak berwenang,” ungkap Reza.
Lebih lanjut, dia menegaskan pengawasan tersebut bukan dimaksudkan untuk membatasi aktivitas orang asing, namun sebagai upaya bersama dalam menciptakan Jakarta Utara yang aman dan kondusif sekaligus mendukung Jakarta menuju kota global.
“Targetnya adalah bagaimana Jakarta Utara dapat menjadi wilayah yang aman dan ramah bagi orang asing dan tenaga kerja asing, sekaligus tetap memiliki sistem pemantauan yang kuat,” pungkas Reza.
Baca juga: WNA Aljazair yang berendam di Danau Sunter dievakuasi tim gabungan
Baca juga: Imigrasi perkuat pengawasan orang asing di Kepulauan Seribu
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































