Pemkab Kutai Timur targetkan eliminasi TB pada 2030

4 hours ago 8

Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), Kalimantan Timur menargetkan eliminasi penyakit tuberkulosis (TB) pada 2030 dengan melibatkan berbagai pihak.

"Untuk mendukung program eliminasi TB, pemkab menggandeng Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), dari mulai tingkat kabupaten hingga kecamatan," kata Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Kutim, Rabu.

Bupati mengatakan, jumlah penderita TB di Kutim saat ini sekitar 1.000 orang yang tersebar di 18 kecamatan.

Pemkab berharap Pengurus Anak Cabang (PAC) PPTI dari 18 kecamatan, akan membantu pendataan hingga pelaporan agar penanganan lebih tepat sasaran.

"Peran kader PPTI tidak hanya sebatas menemukan dan mencatat kasus TB, tapi juga harus melaporkan secara aktif. Pelaporan menjadi kunci utama dalam menentukan langkah penanganan yang tepat," ujarnya.

Tujuan utama eliminasi TB, kata dia, adalah untuk menghentikan atau memutus mata rantai penularan agar tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk sebagai upaya menurunkan jumlah kasus baru.

"Pemkab ingin melindungi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah agar terhindar dari infeksi TB. Pemkab juga ingin masyarakat hidup sehat dan produktif tanpa beban penyakit, serta mencegah kematian akibat komplikasi TB," katanya.

Selain mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyebaran TB, bupati juga ingin masyarakat menerapkan pola hidup sehat, menjaga lingkungan bersih dan asri, serta menghindari faktor risiko penyakit akibat merokok.

"Kita harus yakin bahwa TB bisa disembuhkan. Namun hal itu hanya bisa tercapai jika ada kesadaran bersama untuk melaporkan kasus, mengobati secara tuntas, dan menjaga lingkungan tetap sehat," ujarnya.

Sementara Ketua PPTI Kabupaten Kutim Siti Robiah Ardiansyah menyampaikan bahwa pembentukan PAC di tingkat kecamatan merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan penanggulangan TB hingga ke masyarakat.

Dengan terbentuknya PAC di 18 kecamatan, dia berharap upaya pencegahan, penemuan kasus, hingga pendampingan pengobatan bisa lebih maksimal.

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |