Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai motor utama pemerataan ekonomi masyarakat.
UMKM dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga daya beli, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan perekonomian hingga ke tingkat lokal.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ketahanan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari kontribusi UMKM.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi fondasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Jadi jelas bapak-ibu ini (UMKM) adalah penunjang perekonomian nasional, dan Anda-Anda ini adalah pahlawan ekonomi nasional. Indonesia ekonominya resilience karena adanya bapak-ibu yang ada di ruangan ini,” kata Airlangga dalam Pesta Retail 2026 Sampoerna Retail Community (SRC).
Dalam kesempatan itu, Airlangga mengapresiasi PT HM Sampoerna Tbk yang konsisten selama 18 tahun membangun ekosistem pemberdayaan UMKM melalui SRC.
Dengan jumlah mitra mencapai sekitar 250 ribu toko, SRC disebut sebagai ekosistem berkelanjutan karena kepemilikan usaha sepenuhnya berada di tangan pelaku UMKM, bukan konglomerasi
Kekuatan ekosistem SRC juga tercermin dari besarnya jumlah wirausaha yang terlibat serta tingginya adopsi digital.
Hampir seluruh mitra SRC telah memanfaatkan platform digital, termasuk sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS.
Menurut Airlangga, hal itu menunjukkan kesiapan UMKM Indonesia dalam beradaptasi dengan transformasi ekonomi digital.
Sejalan dengan itu, dirinya menyebut sekitar 25 juta UMKM sudah terintegrasi ke dalam ekosistem digital nasional.
Sekitar 25 juta UMKM telah terintegrasi ke dalam ekosistem digital, dengan transaksi QRIS tumbuh 139,99 persen (year-on-year/yoy) pada kuartal IV 2025 dan didominasi oleh pelaku UMKM.
Pemerintah juga mendukung pengembangan startup digital yang dipersiapkan di 15 daerah dengan fasilitasi ruang dan sarana perkantoran, baik yang berbasis gedung perkantoran maupun pusat perbelanjaan.
Selain digitalisasi, Pemerintah turut memperkuat akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pada tahun 2026, KUR diarahkan semakin fleksibel dengan target plafon hingga Rp295 triliun, suku bunga 6 persen per tahun, serta peningkatan porsi penyaluran ke sektor produksi guna mendorong UMKM tumbuh dan naik kelas.
Selain itu, kontribusi warung anggota SRC terhadap perekonomian nasional sangat signifikan, dengan total omzet mencapai sekitar Rp236 triliun per tahun atau setara 11,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) ritel nasional.
Ekosistem itu bisa menyerap sekitar satu juta tenaga kerja dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menopang penghidupan jutaan keluarga di berbagai daerah.
“SRC tidak dimiliki oleh satu atau dua keluarga konglomerat, tetapi dimiliki oleh pengusaha-pengusaha UMKM,” ujar dia.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































