Pemerintah buka akses pasar bagi UMKM kopi terdampak bencana

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memfasilitasi tujuh pengusaha UMKM kopi terdampak bencana di Sumatera Utara untuk mengikuti Indonesia Coffee Expo (ICX) Medan 2026 sebagai upaya mempercepat pemulihan usaha melalui pembukaan akses pasar.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan keikutsertaan ketujuh pengusaha tersebut merupakan bagian dari implementasi Program UMKM Bangkit yang difokuskan pada pemulihan usaha pascabencana melalui penguatan akses pasar, kemitraan, dan daya saing produk.

"Kementerian UMKM mendorong para pengusaha untuk kembali terhubung dengan pasar, memperluas jejaring usaha, membangun kemitraan bisnis, serta meningkatkan daya saing produknya," ujar Bagus dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Bagus mengatakan melalui ajang ini, para pengusaha kopi memperoleh kesempatan untuk kembali memperkenalkan produknya kepada calon pembeli, mitra bisnis, dan pengusaha UMKM kopi nasional.

Ia menjelaskan industri kopi merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi dan mampu menciptakan peluang usaha di berbagai mata rantai, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga industri hilir seperti roastery dan kedai kopi.

Oleh sebab itu, penguatan sektor kopi dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi di daerah.

Ia berharap melalui ICX semakin banyak pengusaha kopi yang mampu memperluas jaringan usaha, meningkatkan kualitas produk, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.

Dengan demikian, para pengusaha UMKM yang terdampak bencana dapat segera bangkit, tumbuh lebih kuat, dan semakin berdaya saing.

Menurut dia, pemulihan UMKM tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi harus dilanjutkan dengan upaya yang mampu menghidupkan kembali aktivitas usaha secara berkelanjutan.

Indonesia Coffee Expo (ICX) Medan 2026 yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus di Tiara Convention Center, Medan, diikuti oleh 54 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, petani kopi, roastery, coffee shop, penyedia mesin dan peralatan kopi, serta pelaku usaha pendukung lainnya.

Pameran itu juga menghadirkan berbagai program pengembangan kapasitas, seperti Local Farmer Access Program, Coffee Cupping, sesi edukasi industri, hingga Indonesia Brewers Cup (IBRC) Regional 3.

Baca juga: BI perkuat posisi Indonesia sebagai produsen kopi dunia lewat JCFF

Baca juga: Kementerian UMKM lepas ekspor kopi Argopuro Situbondo ke Arab Saudi

Baca juga: Ekspor kopi Situbondo menandai inisiasi Holding UMKM Kementerian UMKM

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |