Pemadaman karhutla di TN Berbak dimaksimalkan melalui udara

23 hours ago 10

Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - Kepala Balai Taman Nasional (TN) Berbak dan Sembilang Yunaidi mengungkapkan penanganan kebakaran di kawasan tersebut terus diupayakan lewat udara (waterbombing) mengingat ketersediaan air di lapangan sulit didapat.

"Saat ini petugas sedang berupaya memadamkan, tapi kesulitan air," kata dia di Jambi, Sabtu.

Berdasarkan laporan yang masuk, titik api baru Sabtu (19/9) siang kembali muncul di dekat kawasan TN Berbak.

Dari hasil rekaman visualisasi lapangan, api mulai membesar di sekitar parit sembilan dan 10, Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Helikopter waterbombing dari satgas udara terpantau melakukan upaya pemadaman.

Yunaidi menjelaskan, selain melalui udara, satgas darat dari berbagai elemen turut melakukan upaya pemadaman darat dengan mencari sumber air di dekat titik lahan yang terbakar.

Sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Kondisi tanaman dan semak belukar yang mengering dipicu menjadi penyebab utama kebakaran di kawasan konservasi itu.

Dia memastikan, kebakaran di kawasan inti yang terjadi awal pekan lalu telah berhasil dipadamkan. Saat ini pihaknya tengah menggunakan pemadaman di titik baru Kecamatan Berbak.

"Api belum bisa dipastikan berasal dari mana, karena bahan bakarnya sudah sangat kering, bisa jadi orang buang puntung rokok, yang awalnya dari luar kawasan masuk ke kawasan," tutupnya.

Manager Komunikasi KKI Warsi, Rudi Syaf mengatakan dampak karhutla dapat dirasakan masyarakat dalam berbagai bentuk.

Selain penurunan kualitas udara akibat asap, masyarakat dapat mengalami gangguan terhadap aktivitas pendidikan, kesehatan, transportasi maupun kegiatan ekonomi sehari-hari.

Karena itu, menurutnya. perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan beriringan dengan upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran.

Sebaran kebakaran di berbagai fungsi kawasan menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama lintas pihak.

"Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran perlu mendapatkan dukungan yang memadai, terutama informasi mengenai kualitas udara, akses layanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan serta informasi yang jelas ketika kondisi mengharuskan mereka mengurangi aktivitas di luar rumah," katanya.

Baca juga: Karhutla di Kalsel ganggu habitat bekantan

Baca juga: Menko Polkam perkuat penanganan karhutla di Palembang

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |