Jakarta (ANTARA) - Pelita Jaya Jakarta Pelita Jaya Jakarta menjalin kerja sama pembinaan pemain dengan Generasi Muda Cirebon (GMC), sebagai bagian dari upaya memperkuat jalur pengembangan pemain muda menuju level profesional.
Wakil Presiden Pelita Jaya Jakarta Jeremy Imanuel Santoso mengatakan kolaborasi itu dirancang untuk menjembatani celah kompetisi yang masih ada dalam bola basket nasional.
"Untuk beberapa tahun ke depan, kami menjalin hubungan atau kerja sama dengan GMC yang merupakan klub bola basket kelompok umur yang berprestasi," kata dia dalam Peluncuran Ofisial Tim dan Pemain Pelita Jaya Jakarta untuk Indonesian Basketball League (IBL) 2026, di Jakarta, Kamis.
Kerja sama ini mencakup pembinaan non-akademis dan penguatan ekosistem kompetisi usia muda, dengan target mencetak pemain siap pakai sebelum melangkah ke IBL.
Pelita Jaya menilai GMC memiliki rekam jejak kuat sebagai klub kelompok umur yang konsisten melahirkan talenta nasional dari berbagai kategori usia.
Baca juga: Pelita Jaya ingin bangun tradisi juara di IBL
Kedua pihak juga berencana membentuk satu tim junior bersama yang akan dikirim mengikuti turnamen regional di Asia, Australia, dan bahkan Amerika Serikat.
Dia menambahkan, pengalaman kompetisi lintas negara penting untuk membangun kesiapan fisik, mental, serta pemahaman permainan di level tinggi.
Langkah ini juga menjadi bagian dari visi klub dalam membangun tradisi juara melalui sistem pengembangan berkelanjutan.
Ketua GMC Ncoo Lie Wen menyambut positif kerja sama tersebut dan menilai kemitraan dengan Pelita Jaya sebagai bentuk pengakuan atas pembinaan yang selama ini dijalankan.
profesional.
"Semoga dengan kerja sama ini kami bisa mempunyai program yang selaras yakni membangun pemain muda sebelum mereka melangkah atau bermain di IBL," ujar dia.
Baca juga: Presiden klub klaim Pelita Jaya wakili semangat Jakarta di IBL
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































