Jakarta (ANTARA) - Pelatihan Ultimate the Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique atau juga disebut Ultimate SBMS EFT (USEFT) menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental di lingkungan kerja.
Kegiatan yang digelar PT Etos Kreatif Indonesia ini mengajak peserta memahami dan mengelola emosi melalui pendekatan penyembuhan diri yang praktis dan menyeluruh.
"Kami berharap praktik ini bisa menjadi bagian dari budaya kerja di Ethos, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, tenang, dan produktif," kata Chairman PT Etos Kreatif Indonesia Mukit Hendrayatno dalam rilis pers, Selasa.
Baca juga: Membiarkan diri menangis baik untuk kesehatan mental
Pelatihan bertema "Pulih untuk Sembuh" yang diikuti sekitar 250 peserta itu dilaksanakan bersama Yayasan Kesehatan Mental Keluarga dan Yayasan Rintisan Amal Bunda, sekaligus memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober.
Metode USEFT menggabungkan stimulasi titik energi tubuh dan afirmasi positif untuk membantu peserta melepaskan emosi terpendam, mengurangi stres, dan menenangkan pikiran.
Dengan teknik sederhana seperti mengetuk area wajah dan tubuh sambil mengucapkan kalimat penyadaran diri, peserta belajar menyeimbangkan emosi serta mencegah kelelahan mental dan "burnout" di dunia kerja modern.
Baca juga: IDM hadirkan program meditasi "Miracle of Mind" di Candi Prambanan
USEFT merupakan pengembangan dari Emotional Freedom Technique (EFT) dan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Teknik ini sampai sekarang masih dikembangkan oleh Yayasan Kesehatan Mental Keluarga.
Ketua Yayasan Kesehatan Mental Keluarga Vily Rudi Darmoko menjelaskan metode ini memadukan pemetaan akar masalah secara mendalam, stimulasi pada 17 titik meridian basic pada tubuh (tapping), pengisian sugesti positif, serta penguncian hasil melalui teknik khusus.
Pendekatan ini diklaim dapat membantu peserta melepaskan emosi negatif seperti fobia, kesedihan, dan kecemasan, sehingga mencapai kondisi batin yang lebih tenang dan seimbang.
Baca juga: Psikolog sebut sehat mental bukan berarti selalu bahagia
"Hal ini sejalan dengan moto kami, Create Your Own Happiness, yang menegaskan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kemampuan untuk menerima, memaafkan, dan melepaskan luka," kata dia.
Ketua Yayasan Rintisan Amal Bunda Anita Ratna Faoziyah menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental sejak dini, terutama dalam lingkup keluarga sebagai fondasi utama kehidupan.
"Pendampingan yang tepat di tahap awal dapat mencegah timbulnya gangguan yang lebih kompleks di masa depan," kata dia.
Salah satu peserta Monalisa Masitoh mengaku merasa lebih tenang setelah mempraktikkan teknik USEFT. Peserta lain Muhammad Nur Fadllirrohim mengatakan latihan pengelolaan emosi membuatnya merasa lebih ringan, tenang, dan mampu berdamai dengan diri sendiri.
Baca juga: Makna dan tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober 2025
Baca juga: Cara sederhana & bermakna merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































