PDI Perjuangan bagikan ratusan sapi kurban untuk warga di Jatim

3 months ago 19

Jakarta (ANTARA) - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan membagikan 485 sapi kurban melalui kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan se-Jawa Timur untuk warga pondok pesantren, organisasi masyarakat (ormas) keagamaan, masjid, serta panti asuhan, di Jawa Timur.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Said Abdullah dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis menyebutkan, Idul Adha merupakan ibadah spiritual sekaligus sosial.

"Kami melihat penduduk di Jawa Timur sebagian besar bekerja di sektor informal. Ini artinya mereka bekerja, namun kurang layak atau pendapatannya rendah," ujar Said.

Dia menjelaskan khusus sapi kurban yang dipotong di berbagai kantor DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, akan disalurkan ke warga miskin sekitar dan panti asuhan.

Said berharap hal yang dilakukan oleh DPD PDIP tersebut menjadi tenunan rajutan sosial sebagai identitas "partai wong cilik" berbagi bersama "wong cilik".

Baca juga: Penyaluran sapi kurban dari Prabowo bagian dari bantuan Presiden

Pria yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (Jatim) tersebut mengungkapkan penduduk Jatim yang bekerja di sektor informal mencapai 64,4 persen dari keseluruhan penduduk yang bekerja.

Padahal, katanya, angka nasionalnya lebih baik, yakni 59,4 persen, artinya yang terserap dalam sektor formal lebih besar.

Menurutnya, kondisi itu menandakan meskipun penduduk Jatim bekerja, namun mereka tidak mendapat standar upah layak, jaminan asuransi kesehatan, jaminan asuransi pensiun, pesangon jika di-PHK, hak cuti, dan keseluruhan hak pekerja yang semestinya didapat dalam hak pekerja di sektor formal.

Dengan demikian, katanya, PDI Perjuangan di Jawa Timur, ingin berbagi dengan rumah tangga miskin yang rata-rata bekerja pada sektor informal di Jawa Timur agar mereka bisa ikut merasakan berkah Idul Adha.

Di sisi lain, dirinya turut melihat data rata-rata konsumsi daging sapi warga Jatim per pekannya hanya 6-9 per gram per kapita/minggu, sementara rata rata masyarakat global bisa 150-200 gram. Bahkan pada negara maju bisa lebih tinggi lagi.

Baca juga: Anggota DPR sebut bantuan kurban Presiden pakai APBN bukan hal baru

Ia berpendapat data tersebut sungguh ironis di tengah Jawa Timur yang terkenal sebagai provinsi produsen sapi terbesar di Indonesia.

"Produksi sapi potong dan sapi perah di Jawa Timur lebih dari 100 ribu ton per tahun, yang digunakan untuk memasok kebutuhan daging lokal dan nasional, sementara konsumsi daging dan kecukupan gizi warga di sana rendah," katanya.

Oleh karenanya, lanjut dia, kondisi itu yang membuat pimpinan DPD melakukan urunan bergotong-royong dari rezeki yang diterima untuk berbagi.

Dirinya menilai bagi rumah tangga miskin, mengonsumsi daging sapi merupakan kemewahan karena harganya saat ini masih tergolong mahal.

"Pada perayaan Idul Adha ini, kami bulatkan niat untuk bisa membantu warga miskin menjadi lebih baik. Setidaknya mereka bisa bersukacita menikmati daging kurban," kata Said.

Baca juga: Athari salurkan enam sapi kurban di Sumatera Barat

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |