Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat meningkatkan sosialisasi evakuasi kepada warga yang tinggal di kawasan rawan bencana agar tidak menjadi korban di tengah cuaca ekstrem yang menerpa daerah itu.
"Bagi warga yang berada di kawasan rawan longsor dan banjir kami minta evakuasi ke rumah keluarga yang aman dulu," kata Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi di Pariaman, Kamis.
Ia mengatakan upaya sosialisasi agar warga mengevakuasi diri tersebut dilakukan bersama pemerintah desa agar upaya yang dilakukan mendapatkan respons positif dari warga.
Dia mengatakan pemerintah desa di Pariaman aktif dalam memberikan sosialisasi evakuasi tersebut bahkan pemerintahan terendah itu juga menyediakan logistik bagi warga yang mengevakuasi diri.
Baca juga: Tujuh korban banjir bandang di Padang Panjang ditemukan meninggal
Ia meminta evakuasi diri tersebut dilakukan hingga cuaca sudah kondusif karena saat ini hujan masih mengguyur daerah itu dan sekitarnya dengan intensitas tinggi.
"Ini antisipasi sementara dulu, kalau hujan sudah reda maka pembersihan (material banjir) dapat dilakukan," katanya.
Ia mengimbau warga yang tidak memiliki keperluan penting untuk sementara waktu tidak keluar rumah dahulu karena potensi pohon tumbang dan longsor bisa terjadi karena cuaca masih hujan.
Mantan anggota DPRD Pariaman tersebut, juga mengapresiasi aparat TNI dan Polri yang aktif membantu pemkot setempat dalam menanggulangi bencana.
Sejumlah lokasi di Pariaman teredam banjir. Selain itu sejumlah sekolah di daerah itu juga banjir, di antaranya SDN 09 Pauh Barat, SDN 01 Pauh Kuraitaji, dan SDN Cubadak Air Pariaman Utara. Proses belajar mengajar di daerah itu untuk sementara waktu dialihkan menjadi dalam jaringan.
Sebelumnya, Pemkot Pariaman memaksa warga di Desa Pungguang Ladiang yang terdampak banjir untuk dievakuasi guna mengantisipasi terjadinya korban akibat meluapnya Sungai Batang Mangor.
"Kami memaksa warga untuk dievakuasi karena masih ada warga yang masih ingin bertahan di rumahnya," kata Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Ashar.
Ia mengatakan pemaksaan tersebut dilakukan karena hujan masih mengguyur daerah itu dan sekitarnya dengan intensitas tinggi sehingga ketinggian luapan air sungai semakin tinggi menggenangi rumah warga.
Pihaknya telah meminjam ruko yang berada relatif tidak jauh dari lokasi bencana sebagai tempat evakuasi korban banjir.
Baca juga: Pemkot Pariaman terima bantuan sembako untuk konsumsi korban banjir
Baca juga: Jalan Padang Pariaman-Agam terputus akibat longsor
Baca juga: 47 korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi landa Sumut
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































