Para tenis meja incar minimal 11 emas ASEAN Para Games Thailand 2025

3 weeks ago 10

Karanganyar (ANTARA) - Pelatih tim para tenis meja Indonesia Bayu Widhie mengatakan tim tersebut menargetkan untuk merebut minimal 11 medali emas dalam ASEAN Para Games (APG) Thailand 2025, pada 20-26 Januari.

Dia menyatakan, target itu disertai dengan minimal enam perak dan 10 perunggu.

"Setelah tim pelatih menganalisis peta kekuatan dan persaingan yang ketat di kawasan Asia Tenggara, khususnya dari tuan rumah Thailand, kami optimistis bisa meraih target yang ditetapkan," kata Bayu di sela memimpin sesi latihan, di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin.

Dia menjelaskan, target juga disusun berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan atlet, serta komposisi kelas yang dipertandingkan.

Indonesia menurunkan total 36 atlet yang terdiri atas 22 putra dan 14 putri. Mereka mengikuti nomor pertandingan tunggal putra dan putri, ganda putra maupun putri, serta ganda campuran dari berbagai klasifikasi, di antaranya TT3, TT4, TT10, TT20, TT21, dan lainnya.

Sementara, dari 31 kelas yang dipertandingkan tuan rumah, Indonesia hanya mengikuti 28 kelas.

Salah satu kelas yang tidak dipertandingkan adalah kelas 11 putri yang sebelumnya menjadi andalan Indonesia.

Bayu mengaku, persaingan di cabang para tenis meja diprediksi berlangsung ketat.

Puluhan atlet para tenis meja Indonesia berlatih dalam rangka persiapan menghadapi ASEAN Para Games Thailand 2025, di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). ANTARA/Donny Aditra

Selain Thailand sebagai tuan rumah, Malaysia dan Filipina juga memiliki sejumlah atlet unggulan meski tidak merata di semua kelas.

Namun demikian, Indonesia dinilai masih memiliki keunggulan, terutama pada kelas berdiri (standing) di sektor putri.

Dalam menghadapi persaingan tersebut, tim pelatih memaksimalkan persiapan teknis atlet.

Fokus latihan dalam 2 hari sebelum keberangkatan ke Thailand, diarahkan untuk peningkatan kualitas servis dan penerimaan servis, serta adaptasi terhadap karakter permainan lawan.

"Kami sampai mempelajari dan menyesuaikan karet bet lawan, bahkan pelatih menggunakan karet yang sama saat latihan agar atlet terbiasa," ujar dia.

Puluhan atlet para tenis meja Indonesia berlatih dalam rangka persiapan menghadapi ASEAN Para Games Thailand 2025, di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). ANTARA/Donny Aditra

Bayu menambahkan, sebagian banyak atlet para tenis meja Indonesia berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta, serta beberapa dari Maluku, Aceh, dan Sulawesi Utara.

Rentang usia atlet yang dibawa ke Thailand berada pada kisaran 20 hingga 40 tahun, guna mencerminkan perpaduan untuk kebutuhan regenerasi dan pemanfaatan pengalaman bertanding.

Melalui persiapan yang terus dimatangkan, tim para tenis meja optimistis mampu memenuhi target dan berkontribusi signifikan bagi Indonesia di ASEAN Para Games Thailand 2025.

Baca juga: Pelatih: Minimal enam emas dari nomor lempar para atletik di APG 2025

Baca juga: Menpora yakin Indonesia raih target 82 emas di ASEAN Para Games 2025

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |