Pakar: DSI dapat berfungsi mempercepat proses pengurusan ekspor

2 days ago 5

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty menyatakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dapat berfungsi mempercepat proses pengurusan ekspor.

“Mungkin dengan keberadaan DSI, harusnya ini bisa lebih cepat koordinasinya. Jadi ada keuntungan juga yang betul-betul didapatkan secara riil oleh dunia usaha. Jadi bukan hanya untuk mengawasi kalau terjadi miss-invoicing, tapi juga ini benar-benar untuk membantu proses ekspor itu ada fasilitasi dan pendampingan,” ucapnya dalam diskusi publik yang digelar di Jakarta, Kamis.

Dia menerangkan bahwa persoalan utama yang sering dikeluhkan dunia usaha terkait proses ekspor terletak pada keterlambatan akibat panjangnya rantai birokrasi dan verifikasi perizinan. Kendati tak dapat digeneralisasi untuk semua kasus, keluhan ini disebut terjadi nyata pada beberapa situasi.

Telisa berpendapat bahwa proses perizinan seringkali memakan waktu lama karena adanya keharusan memverifikasi kewajiban pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO), misalnya pada komoditas batubara. Dalam hal ini, otoritas harus memastikan terlebih dahulu bahwa kebutuhan pasokan dalam negeri telah terpenuhi sebelum izin ekspor diterbitkan.

Karena itu, dia menilai adanya DSI bisa memangkas hambatan koordinasi ini agar dampaknya dirasakan riil oleh dunia usaha.

DSI juga disebut dapat menyediakan business intelligence dan market intelligence untuk mengoptimalisasi berbagai perjanjian perdagangan internasional (Free Trade Agreements/FTA) yang telah disepakati oleh Indonesia.

Hal ini mengingat seringkali manfaat dari FTA belum optimal karena pelaku usaha kurang terinformasi, antara lain disebabkan keterbatasan sumber daya manusia di kementerian terkait.

“Mungkin dengan adanya PT DSI, itu lebih bisa menerjemahkan lagi business intelligence-nya, market intelligence. Meskipun fungsi komersial tetap di perusahaan, tetapi informasi, fasilitasinya juga tetap bisa diperkuat. Ini menurut saya bisa jadi celah-celah supaya tadi nggak saling overlap, tapi malah saling efektif. Apa yang belum ada, itu bisa jadi lebih kuat,” kata Telisa.

Baca juga: Legislator dorong operasional DSI tak perpanjang rantai niaga

Baca juga: Gapki tekankan penegakan hukum dalam sistem tata kelola ekspor

Baca juga: PT DSI gunakan delapan use case analitik pantau potensi underinvoicing

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |