Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang (OSO) mengingatkan kepada kader Hanura untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana dengan tulus dan ikhlas, bukan ajang untuk sekadar mencari popularitas.
"Jangan cari nama, jangan cari popularitas, tetapi cari diri anda dan diri mereka menyatu bagaimana anda mengeluarkan keinginan untuk membantu secara tulus dan ikhlas sehingga diterima oleh masyarakat masing-masing, baik Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara," kata OSO di Kantor DPP Hanura, Jakarta Pusat, Kamis.
Hal itu disampaikannya usai memimpin peresmian gedung baru DPP Partai Hanura dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-19 Partai Hanura.
Dalam kesempatan itu, OSO menyampaikan kesedihan mendalam atas bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Politisi senior itu meminta kader Hanura bersama seluruh elemen bangsa aktif mendukung pemerintah untuk mempercepat penanganan bencana dan meringankan beban para korban.
"Kita harus turut bersama-sama pemerintah, bersama masyarakat, bersatu untuk bagaimana membantu mereka agar mereka dapat mempercepat (pemulihan pascabencana) dan menghilangkan kesulitan yang menekan mereka pada saat sekarang ini, yang perlu segera dibantu, ditolong, bukan diperdebatkan," ujarnya.
Lebih lanjut, OSO juga menyampaikan apresiasi kepada media yang bekerja secara objektif dan berimbang dalam memberikan berbagai aksi kemanusiaan di daerah bencana.
Ia kembali menegaskan bantuan kemanusiaan harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas, bukan dibesar-besarkan demi sekadar pencitraan.
"Media lebih pintar mengambil sudut pandang yang benar untuk menyampaikan laporan secara tulus kepada masyarakat, bukan untuk mencari popularitas siapa pun," tutur OSO.
Baca juga: OSO ajak bangsa perkuat solidaritas pascabencana di Sumatera
Baca juga: OSO soroti empati Presiden Prabowo dampingi korban bencana Sumatera
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































