Ombak besar hantam sampan nelayan Sergai, 4 selamat dan satu meninggal

3 months ago 17
Baca juga: TNI AL Tanjung Balai Sumut tangkap kapal ikan asing di laut Indonesia

Sergai (ANTARA) - Seorang nelayan asal Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, ditemukan meninggal usai sampan motor yang dikendarai terbalik setelah dihantam ombak besar di muara Babangan Pantai Cermin, sekitar satu mil dari bibir pantai.

Kasat Polairud Polres Serdang Bedagai AKP P. Sitinjak di Seirampah, Jumat, mengatakan gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem di perairan Sergai mengakibatkan enam nelayan tradisional dihantam badai, empat orang selamat, satu ditemukan tewas, dan satu nelayan masih dalam pencarian.

Empat nelayan selamat Hermansyah (35), Said Safaruddin (38), Ridwan (38) dan Mansah (32) ke empatnya warga Dusun I Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai.

Sedangkan nelayan tewas Amhar alias Ayong (47), warga Dusun III, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, dan satu nelayan yang masih hilang Waliadi alias Adi Jawa (43), warga Dusun IV Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai.

Baca juga: Polisi evakuasi nelayan hanyut di Nias karena cuaca buruk

Ayong dilaporkan tenggelam setelah sampan motor yang dikemudikannya karam dihantam ombak besar di muara Babangan Pantai Cermin, sekitar satu mil dari bibir pantai.

"Jenazah korban ditemukan oleh nelayan setempat di bibir Pantai Indosat, sekitar satu mil dari lokasi awal kapal karam. Korban kemudian dievakuasi ke rumah duka dan pihak keluarga menolak dilakukan visum," katanya.

Pencarian korban yang masih hilang melibatkan Sat Pol Airud Polres Sergai, Polsek Pantai Cermin, TNI Koramil, serta puluhan nelayan, dengan menggunakan perahu nelayan dan penyisiran manual di sepanjang garis pantai.

Menurut keterangan warga, kecelakaan laut itu terjadi sekitar satu kilometer dari bibir pantai saat korban dalam perjalanan pulang menuju Tangkahan.

Baca juga: BMKG minta nelayan waspada gelombang tinggi di perairan Sumut

"Korban sempat terlihat berpegangan pada tutup fiber ikan dan memakai jaket pelampung, tapi arus kuat menyeretnya hingga hilang dari pandangan," ujar Hasim, seorang nelayan setempat.

Sementara itu Hermansyah, nelayan Desa Bagan Kuala yang selamat mengatakan, saat itu cuaca buruk disertai ombak tinggi. Ia yang menuju pulang dihantam ombak lalu kapal terbalik dan karam. Beruntung ia diselamatkan rekan sesama nelayan.

"Kami ada empat nelayan, semua kapal kami karam dan saat ini masih melakukan pencarian terhadap kapal yang karam," kata Hermansyah.

Hingga saat ini tim SAR gabungan dari Basarnas Medan, TNI AL, Polairud, dan nelayan setempat, masih melakukan pencarian di perairan Sialang Buah menggunakan perahu karet LCR.

Baca juga: Kapal nelayan Belawan ditabrak kapal tanker di Selat Malaka

Pewarta: Juraidi dan Dermawan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |