MUI ajak umat doakan korban bencana serta perkuat solidaritas

2 months ago 24

Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan simpati dan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak musibah bencana alam dalam beberapa waktu terakhir, termasuk banjir bandang, tanah longsor dan erupsi gunung berapi.

Musibah yang melanda secara khusus di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Tapanuli Selatan, Sibolga), dan Sumatera Barat (Kabupaten Agam, Padang Pariaman) telah menelan banyak korban jiwa dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah.

Baca juga: TNI AD kerahkan 2 helikopter guna bantu penanganan bencana di Sumatera

“Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang meninggal dunia dan yang kehilangan harta benda di wilayah terdampak,” ujar Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Sabtu.

Dalam menghadapi situasi ini, MUI mengimbau kepada seluruh Umat Islam dan masyarakat luas agar meningkatkan doa dan istighfar.

“Seluruh umat Islam diimbau untuk memperbanyak doa, istighfar dan bermunajat kepada Allah SWT agar bencana alam segera diangkat, serta memohon perlindungan dan keselamatan bagi bangsa dan negara,” kata dia.

MUI juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem. Patuhi peringatan dini dari pihak berwenang.

Kepada elemen masyarakat, MUI mengajak untuk bahu-membahu dalam upaya penanggulangan bencana, membantu para korban, dan menyalurkan bantuan logistik yang dibutuhkan.

Sementara kepada pemerintah, MUI mendorong agar bertindak cepat, sigap, dan responsif dalam memberikan pertolongan, evakuasi, serta pelayanan kesehatan darurat bagi korban yang terdampak.

Baca juga: Sejumlah desa di Aceh Utara masih terisolasi, bantuan terkendala

Baca juga: Pertamina Patra Niaga salurkan bantuan bagi korban bencana di Sumatera

Melakukan edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana secara masif dan berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah rawan sebagai upaya pencegahan dini.

“Ini adalah saatnya kita bergotong-royong, saling menolong dan menunjukkan persatuan dan kekuatan sebagai bangsa. Bersatu dalam doa, bersatu dalam tindakan dan bersatu dalam kepedulian,” kata Zainut.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |