Jakarta (ANTARA) - Preferensi generasi milenial dalam memilih rumah dilaporkan mulai berubah, dengan sejumlah fitur yang dulu dianggap sebagai nilai tambah kini semakin kurang diminati.
Perubahan tersebut antara lain dipengaruhi oleh cara generasi tersebut menggunakan ruang di rumah serta perkembangan teknologi dan kebutuhan terhadap hunian yang lebih praktis.
Mengutip laman gaya hidup Real Simple pada Kamis (10/9) waktu setempat, salah satu fitur yang mulai ditinggalkan adalah konsep ruang terbuka atau open floor plan.
Agen properti Anne Frewen mengatakan pandemi COVID-19 membuat sebagian pembeli mulai mempertanyakan konsep tersebut karena suara dan barang yang berserakan lebih mudah menyebar tanpa pembatas antar-ruang.
Meski demikian, dapur dan ruang keluarga yang terbuka masih diminati. Pembeli milenial cenderung menginginkan area lain memiliki fungsi dan ruang khusus.
Baca juga: Tren desain interior bergeser ke fungsi ruang dan nilai emosional
Sistem pengeras suara yang terpasang permanen juga dinilai semakin kurang menarik karena perkembangan teknologi. Agen properti Kori Sassower menyebut perangkat nirkabel lebih mudah digunakan, memiliki kualitas suara yang baik, dan dapat terintegrasi dengan sistem rumah pintar.
Hal serupa terlihat pada halaman rumah berukuran sangat luas. Ahli strategi investasi real estat dari Home Investors Zone, Jeff Adams mengatakan pembeli milenial lebih memilih area luar rumah yang mudah dirawat, seperti teras, tanaman asli daerah setempat, tanaman tahan kekeringan, serta ruang untuk berkumpul.
Ruang bawah tanah khusus penyimpanan wine atau wine cellar juga mulai kehilangan daya tarik. Sebagai gantinya, pembeli disebut lebih tertarik pada area untuk kopi atau berbagai jenis minuman.
Fitur bergaya rumah besar era 2000-an, seperti pilar dekoratif, foyer dua lantai, dinding aksen batu dan pintu melengkung, juga dinilai kurang diminati karena dianggap terlalu berlebihan dan sudah ketinggalan zaman.
Ruang makan formal yang hanya digunakan beberapa kali dalam setahun turut dianggap kurang efisien. Pembeli milenial lebih memilih tata ruang fleksibel yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan.
Sementara itu, karpet tebal yang menutupi seluruh lantai juga mulai ditinggalkan. Agen properti Kristina Morales mengatakan pembeli cenderung menggantinya dengan lantai kayu atau luxury vinyl plank karena lebih mudah dibersihkan.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan pembeli milenial semakin berkaitan dengan fungsi dan kemudahan perawatan rumah, dibandingkan fitur yang sebelumnya dianggap sebagai simbol kemewahan.
Baca juga: Tren hunian elegan minimalis kian diminati masyarakat urban
Baca juga: Ubah suasana rumah lebih nyaman tanpa renovasi besar
Baca juga: Cermat pilih karpet bisa buat ruangan lebih elegan dan bernuansa seni
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































