Menteri LH sebut PSEL hanya terima sampah berkualitas

1 hour ago 3

Denpasar (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengatakan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang akan dibangun di Bali hanya menerima sampah berkualitas.

“Dalam waste to energy (PSEL) minta hanya sampah yang berkualitas, sampah yang berkualitas tentu sampah yang tidak tercampur antara semua unsur atau yang tidak bercampur baur, sehingga memudahkan dilakukan penanganan,” kata dia di Denpasar, Bali, Jumat.

Menteri LH menjelaskan nantinya saat teknologi PSEL dioperasikan di Pulau Dewata, sampah bercampur yang selama ini menumpuk di TPA Suwung tidak dapat digunakan.

Baca juga: Pemkot Denpasar kembangkan dua TPST daur ulang

“Kalau pun bisa mungkin sekitar 10 persen, karena kandungan sulfurnya sangat tinggi, sehingga untuk menuju ke sana, kita minta kepada Bapak Gubernur Bali dan seluruh jajaran Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung untuk aktif melakukan pemilahan sampah,” ujarnya.

Hanif menyadari selama ini di seluruh daerah sampah tidak terkelola dengan baik hingga akhirnya kedaruratan sampah terjadi dimana-mana.

Perlu dilakukan langkah-langkah strategis bertahap, dari pembinaan, pengakhiran open dumping TPA, kemudian peningkatan kualitas sampah seperti yang saat ini sedang berjalan di Denpasar dan Badung.

“Semua negara memerlukan waktu yang sangat panjang untuk memilah sampah ini, saya agak terharu dan kaget serta berterima kasih dalam waktu kurang dari satu bulan pemerintah dan masyarakat Denpasar dan Badung mampu memilah sampai lebih dari 50 persen, semangat ini tidak boleh kita kendorkan,” kata Menteri LH.

Namun, yang masih menjadi tantangan adalah belum rampungnya sarana dan mesin pengolahan sampah organik.

Hanif menargetkan di akhir Juli 2026, seluruh sarana tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Denpasar dan Badung rampung, sehingga tempat pengolahan akhir (TPA) Suwung sama sekali tidak lagi menerima sampah organik.

Baca juga: Kemendagri evaluasi uji coba TPST Kesiman Kertalangu-Denpasar

Baca juga: Presiden instruksikan daerah-daerah tiru TPST seperti di Bali

Dengan tidak bercampurnya sampah, kualitas sampah anorganik di TPA Suwung hari ini akan bagus untuk diolah menjadi energi listrik saat PSEL beroperasi 3 tahun lagi.

“Pada saat PSEL terbangun 3 tahun dari sekarang, sampah ini bisa digali untuk digunakan kembali, bila sampahnya sudah campur, itu hanya sedikit yang bisa digunakan kembali untuk waste to energy, karena sudah terpilah, sampah berkualitas dalam bentuk sampah segar sudah tersedia,” tuturnya.

Oleh karena itu, katanya, memilah sampah merupakan langka utama untuk mendapat sampah berkualitas sebagai bahan dasar PSEL.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |