Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengemukakan pentingnya pembenahan tata pamer museum dalam upaya untuk menarik lebih banyak pengunjung, terutama kaum muda.
"Dari sisi koleksi ini luar biasa, banyak artefak asli, peninggalan sejarah, tinggal bagaimana cara memamerkannya," kata dia saat meninjau Museum Cakraningrat Bangkalan di Madura, Jawa Timur, Senin (22/12).
Sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Selasa, dia menyampaikan bahwa tata pamer museum bisa ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menghadirkan tampilan interaktif koleksi museum.
Dia menyampaikan bahwa narasi mengenai setiap objek kebudayaan dalam koleksi museum perlu disusun dan area pamer perlu diperluas agar lebih representatif.
Pemerintah daerah bisa menghimpun para ahli sejarah, arkeologi, antropologi, geografi, serta arsitektur untuk menyusun narasi komprehensif mengenai setiap objek kebudayaan.
Menteri Kebudayaan mengatakan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan swasta bisa bekerja sama untuk membenahi tata pamer museum.
Baca juga: Menteri Kebudayaan apresiasi pendirian Museum Budaya Madura
Museum Cakraningrat di Kabupaten Bangkalan diresmikan pada 13 Maret 2008. Museum ini dibangun untuk mengenang dan menghormati jasa Pangeran Cakraningrat, tokoh penting dalam sejarah Madura.
Museum Cakraningrat Bangkalan menyimpan beragam objek budaya, termasuk wastra batik, instrumen musik, peralatan memasak tradisional, sarana transportasi tradisional, senjata, dan manuskrip.
Menurut Kementerian Kebudayaan, museum tidak hanya ruang untuk menyimpan koleksi benda budaya dan sejarah, tetapi juga pusat edukasi, penguatan identitas budaya, dan etalase sejarah bangsa.
Kementerian Kebudayaan mendorong penguatan fungsi museum sebagai pusat pembelajaran dan pelestarian sejarah dan budaya.
Museum Cakraningrat Bangkalan juga diharapkan dapat berkembang sebagai pusat pembelajaran sejarah dan kebudayaan Madura bagi generasi muda.
Baca juga: Museum Bahari jadi ruang edukasi penanggulangan bencana di Jakarta
Baca juga: Fosil "Java Man" yang baru dipulangkan dari Belanda dipajang di museum
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































