Madiun (ANTARA) - Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebutkan bahwa proyek infrastruktur dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) berupa alat penerangan jalan (APJ) di Kabupaten Madiun telah mendatangkan efisiensi tagihan listrik.
"Perbandingan tagihan listrik di tahun 2023 sebelum proyek KPBU APJ berjalan, tagihan listrik APJ mencapai Rp14 miliar lebih. Setelah proyek bergulir tagihan turun drastis, bahkan di tahun 2025 menjadi Rp5 miliaran," ujar Bupati Hari Wuryanto saat menerima kunjungan tamu studi tiru pembiayaan alternatif infrastruktur dari Pemkot dan Pemkab Cirebon di Madiun, Jatim, Kamis.
Tak hanya efisiensi dalam tagihan, proyek KPBU APJ juga memberikan efek berganda dalam meningkatkan perekonomian di Kabupaten Madiun.
"Hal itu karena proyek APJ ini telah menumbuhkan titik-titik keramaian baru yang menghidupkan UMKM. Selain tingkat kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas juga turun yang berdampak pada meningkatnya minat investasi di Kabupaten Madiun dan kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Hari.
Menurutnya, saat ini telah ada sebanyak 7.459 titik APJ yang sudah menyala di wilayah Kabupaten Madiun. Bupati Madiun memaparkan proses pembangunan APJ dengan skema KPBU cukup panjang, sehingga dibutuhkan sinergi dengan DPRD dan mitra lain.
Sementara, Wali Kota Cirebon Effendi Edo dan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman bersama rombongan menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan ilmu proyek KPBU APJ dari Pemerintah Kabupaten Madiun.
Pihaknya menyebut ilmu tersebut akan menjadi solusi pembiayaan alternatif untuk proyek infrastruktur (KPBU APJ) di Cirebon.
Seperti diketahui, Pemkab Madiun telah menandatangani kerja sama proyek infrastruktur dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yaitu berupa proyek alat penerangan jalan (APJ) pada September 2022.
Penandatanganan proyek APJ tersebut dilakukan dengan PT Tri Tunggal Madiun Terang Eka selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP) dan mendapat penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII.
Adapun proyek alat penerangan jalan tersebut sangatlah bermanfaat. Sebab, sangat efisien membantu pemda. Jika dihitung pemasangan lampu di sebanyak 7.459 titik, baik di jalan nasional, jalan kabupaten utama, dan jalan perkotaan, maka Pemkab Madiun membutuhkan waktu hingga 50 tahun ke depan untuk dibiayai APBD setempat.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































