Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pembentukan pusat kendali atau command center di kementeriannya merupakan langkah percepatan digitalisasi, khususnya memperkuat pengawasan koperasi desa/kelurahan merah putih.
Dalam peresmian command center di Jakarta, Senin, ia mengatakan ruang pusat kendali itu hadir sebagai pusat sistem informasi dan pengawasan operasional koperasi, khususnya kopdes merah putih.
Ruangan ini mengintegrasikan data dari berbagai instansi, termasuk Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), guna mendukung percepatan pembangunan fisik, pembiayaan, pengembangan koperasi secara menyeluruh.
"Kami mendapatkan mandat untuk mempercepat transformasi koperasi agar lebih kompetitif dan berkembang, agar koperasi dapat mengejar ketertinggalannya dibandingkan dengan BUMN dan badan usaha swasta," kata Menkop.
Ferry mengatakan salah satu fokus utama transformasi adalah digitalisasi. Dengan memanfaatkan teknologi, Kemenkop berharap dapat meningkatkan pelaporan dan pengawasan koperasi secara lebih efektif.
Oleh karena itu, ia menekankan digitalisasi menjadi kunci agar dirinya bisa berinteraksi langsung dan melakukan pemantauan secara lebih intensif.
Ia menambahkan command center juga dilengkapi dengan early warning system untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini, sehingga langkah preventif dapat segera diambil.
"Kami ingin koperasi yang bermasalah bisa diatasi sedini mungkin, agar tidak berdampak luas," ucapnya.
Menurutnya, melalui command center, Kemenkop juga bisa memantau secara real-time proses pelatihan dan kegiatan usaha koperasi, baik kopdes merah putih maupun koperasi-koperasi lain yang sudah ada.
Ferry juga mengungkapkan bahwa command center akan terintegrasi dengan kementerian dan lembaga lain, termasuk Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kejaksaan Agung (Kejagung), serta LPDB.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop Henra Saragih menjelaskan keberadaan command center sebagai platform integrasi akan menjadi landasan bagi proses perencanaan, pengawasan, dan evaluasi yang lebih efektif.
"Tentunya, dengan didukung infrastruktur, keandalan dan keamanan data, sumber daya manusia IT yang berkompeten sehingga dapat menjamin terwujudnya ekosistem digital sektor perkoperasian yang cepat, aman dan berbasis data," katanya.
Henra berharap ruang pusat kendali ini dapat dioptimalkan sebagai salah satu alat pengelolaan program dan pengawasan kinerja koperasi.
Baca juga: Kemenkop bentuk command center untuk pantau koperasi eksisting
Baca juga: Menkop tekankan peran Dekopin Kalteng sukseskan Koperasi Merah Putih
Baca juga: LPDB Koperasi siap kawal penguatan ekosistem usaha muda melalui gerai Kopdes Merah Putih
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































