Balikpapan, Kaltim (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa infrastruktur energi Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) merupakan tonggak penting transformasi dan kemandirian sektor energi nasional.
“Proyek RDMP Balikpapan adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian energi nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, sekaligus menghadirkan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” ujar Menko AHY dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa.
RDMP Balikpapan dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dengan nilai investasi mencapai 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp124 triliun.
Proyek ini merupakan modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu yang paling strategis di Asia Tenggara.
Melalui RDMP, kapasitas pengolahan kilang meningkat signifikan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, serta meningkatkan kualitas produk BBM dari standar Euro 2 menjadi Euro 5 yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Menko AHY juga menekankan bahwa RDMP Balikpapan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional sebagaimana tertuang dalam Astacita Pemerintah.
Selain itu, proyek ini meningkatkan produksi LPG dari 48 ribu ton per tahun menjadi 384 ribu ton per tahun, sehingga berpotensi mengurangi impor LPG sekitar 4,9 persen.
“Kilang ini dirancang dengan kompleksitas yang lebih tinggi sehingga mampu menghasilkan beragam produk bernilai tambah, seperti LPG, gasoline, hingga bahan baku petrokimia. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat industri dalam negeri,” kata Menko AHY.
Sebelumnya, dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan energi terbarukan, khususnya melalui pemanfaatan energi air dan tenaga surya.
Pengembangan panel surya yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional diarahkan untuk mewujudkan kemandirian energi sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor energi.
Target tersebut diharapkan dapat dicapai dalam lima tahun ke depan, dengan ruang penyesuaian hingga enam atau tujuh tahun, selama arah kebijakan tetap konsisten.
Dalam peresmian ini turut hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sugiyono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, serta jajaran terkait lainnya.
Baca juga: Pertamina: RDMP Balikpapan terhubung dengan Pipa Gas Senipah
Baca juga: Indonesia stop impor avtur mulai 2027
Baca juga: Bahlil sebut penyelesaian proyek RDMP Kilang Balikpapan banyak drama
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































