Menkes: Super flu sudah ada puluhan tahun

1 month ago 19

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan super flu bukanlah virus baru, melainkan jenis influenza yang telah ada dan dikenal selama puluhan tahun.

"Super flu itu sebenarnya influenza A istilahnya. Ini sudah ada puluhan tahun, nama virusnya H3N2, itu sudah ada puluhan tahun cuma ini varian baru," ujar Budi di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Kamis.

Ia mengatakan super flu berbeda dengan COVID-19 yang merupakan virus baru.

Karena virus influenza telah lama dikenal, kata Menkes, daya tahan tubuh manusia terhadap virus tersebut juga sudah terbentuk.

"Kalau COVID itu virus baru, jadi daya tahan tubuh kita belum ada karena enggak kenal. Kalau super flu ini, imunitas tubuh kita sudah kenal," kata dia.

Budi menegaskan selama kondisi tubuh sehat, super flu seharusnya tidak menimbulkan masalah serius.

Meski begitu, ia mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan pola hidup sehat.

Baca juga: Menkes targetkan tujuh gedung baru RSUP Dr. Sardjito rampung 2029

"Kalau kondisi badan kita sehat dan baik, makan cukup, tidur cukup, dan olahraga cukup, harusnya enggak ada masalah," ujarnya.

Budi menuturkan langkah pencegahan super flu pada dasarnya sama seperti influenza pada umumnya, termasuk menjaga kebersihan dan menggunakan masker bila sedang sakit.

"Belum ada yang dilaporkan meninggal karena ini memang flu seperti yang biasa," ucap Menkes.

Baca juga: Total peserta CKG pada 2025 tembus 70 juta orang

Baca juga: Cek fakta, virus superflu lebih berbahaya dibanding COVID-19

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |