Mendag siap fasilitasi Kopdes Merah Putih agar bisa ekspor

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan Kementerian Perdagangan siap memfasilitasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih agar mampu menembus pasar ekspor.

Saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis, Budi menyatakan bahwa pemerintah telah melepas ekspor perdana produk kakao olahan dari Kopdes Merah Putih di Jembrana, Bali, sebagai langkah awal koperasi desa masuk ke pasar global.

Ia menyebut ke depan pemerintah akan memberikan pelatihan kewirausahaan bagi pegawai dan anggota koperasi, termasuk pelatihan khusus agar mampu memenuhi standar ekspor.

“Kami ingin yang ekspor itu tidak hanya dari kota, tetapi sampai desa bisa ekspor. Sehingga yang bisa ekspor tidak hanya perusahaan besar, tetapi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dan Koperasi Desa Merah Putih juga harus bisa ekspor,” katanya menambahkan.

Baca juga: LPDB salurkan pembiayaan ke KDMP Sidomulyo Jember dukung ekspor kopi

Ia menuturkan Kopdes Merah Putih memiliki potensi besar, karena selain berfungsi sebagai minimarket dan penyedia kebutuhan pertanian, koperasi ini juga dapat mengembangkan produk unggulan desa yang dapat diekspor ke pasar global.

Ia memastikan Kemendag akan memfasilitasi Kopdes Merah Putih melalui dukungan perwakilan dagang Indonesia di luar negeri, termasuk program business matching, sehingga jaringan pemasaran ekspor dapat semakin luas.

Budi menambahkan strategi penguatan ekspor tidak hanya melalui fasilitasi koperasi desa, tetapi juga lewat perluasan perjanjian dagang internasional.

“Kita ingin ekspor kita naik. Caranya bagaimana? Salah satunya adalah dengan banyak perjanjian dagang yang bisa membuka akses pasar kita di luar negeri,” katanya.

Baca juga: Kemendag petakan 741 desa untuk program desa ekspor mulai 2026

Ia menyebut sejumlah perjanjian dagang yang telah diselesaikan tahun lalu, antara lain EU-CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement antara Indonesia dan Uni Eropa), Indonesia-Kanada CEPA, Peru-Asia FTA (Free Trade Agreement), Indonesia-Peru CEPA, serta Indonesia-Tunisia FTA, yang ditargetkan segera diimplementasikan tahun ini.

Selain itu, Kemendag juga menjalankan program from local to global dengan mendorong UMKM masuk pasar ekspor.

Budi menyampaikan pada tahun lalu pemerintah memfasilitasi sekitar 1.200 UMKM dengan nilai transaksi mencapai 134,8 juta dolar AS atau lebih dari Rp2 triliun. Dari jumlah tersebut, 70 persen merupakan UMKM yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |