Natuna (ANTARA) - Pagi itu pekan pertama Januari 2026, di Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut, tampak berbeda dari biasanya. Di atas hamparan tanah yang sepi dan tidak sepenuhnya rata, berdiri sebuah tenda terbuka yang sedikit miring, seakan menyesuaikan diri dengan kontur lapangan. Meski sederhana, tenda itu menjadi pusat perhatian.
Di bawah tenda, kursi-kursi plastik tersusun rapi dan hampir seluruhnya telah terisi. Orang-orang datang dengan latar belakang berbeda. Ada yang mengenakan kemeja putih khas pejabat, seragam khaki aparatur sipil negara, hingga baju kasual berwarna-warni milik petani dan perangkat desa.
Mereka berkumpul bukan tanpa alasan. Pagi itu, Desa Sebadai Ulu bersiap mencatat sejarah kecil namun bermakna, yakni panen perdana padi gogo, setelah puluhan tahun tidak ada pertanian padi di sana.
Panen ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia merupakan hasil uji coba penanaman padi gogo yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bedung Lestari, dengan tujuan membuktikan bahwa desa mereka pun memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam swasembada pangan nasional.
Sejumlah orang yang hadir tampak berdiri di luar tenda, sesekali menoleh ke arah jalan. Seolah menunggu kehadiran seseorang. Tak lama berselang, sebuah mobil hitam terlihat berhenti di kejauhan.
Seorang pria turun dari kendaraan itu, lalu berjalan kaki menyusuri lapangan bola sejauh ratusan meter menuju tenda, karena lokasi kegiatan berada di seberang lapangan. Kendaraan tidak dipaksa masuk agar rumput yang ada di sana tidak rusak.
Dialah Wakil Bupati Natuna, Jarmin. Meski diketahui tengah mengalami gangguan persendian akibat saraf terjepit, semangat orang nomor dua di Kabupaten Natuna itu tak surut.
Dengan langkah perlahan dan penuh keyakinan, ia tetap hadir untuk menyaksikan langsung panen yang dinilai penting bagi masa depan pertanian daerah perbatasan.
Setibanya di titik kegiatan, Wakil Bupati menyalami semua yang hadir sambil bersenda gurau menggunakan bahasa daerah. Suasana yang sebelumnya canggung dan penuh ketegangan berubah hangat, seperti keluarga.
Proses kehadiran Bupati itu layak diceritakan sebagai latar betapa panen padi perdana itu memiliki makna yang begitu tinggi bagi Natuna. .
Dalam sambutannya, Jarmin menjelaskan bahwa penanaman padi gogo tersebut sepenuhnya menggunakan anggaran Desa Sebadai Ulu.
Pemerintah Kabupaten Natuna, kata dia, hadir dalam bentuk pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian serta petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
Pendampingan itu menjadi kunci penting. Penyuluh dan POPT berperan memastikan metode tanam yang digunakan tepat, pemupukan sesuai kebutuhan, serta pengendalian hama dilakukan secara benar. Tujuannya satu, agar panen tidak gagal dan upaya desa tidak berhenti hanya sebagai percobaan semata.
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































