Jakarta (ANTARA) - Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) mendorong pemantauan berkelanjutan daerah terdampak bencana di Sumatera, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan salah satu anggotanya.
Ketua Umum LTKL sekaligus Bupati Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) Rizal Intjenae dalam pernyataan diterima di Jakarta, Sabtu, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir bandang yang melanda banyak daerah di Sumatera, termasuk di Aceh Tamiang.
Baca juga: Tiga desa dikepung banjir, warga Aceh Tamiang naik rakit batang pisang
"Bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah kabupaten di Sumatera, termasuk Aceh Tamiang, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan perhatian kolektif. Situasi yang dihadapi masyarakat saat ini sungguh memprihatinkan, dan dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran," kata Rizal Intjenae.
Namun, katanya, hal ini ke depan akan menjadi perhatian untuk bersama-sama dalam perbaikan tata kelola lahan yang berkelanjutan dan membangun daerah yang tangguh bencana.
Secara khusus dia menyoroti Kota Kualasimpang, salah satu pusat kegiatan utama di Aceh Tamiang, dilaporkan lumpuh pada Rabu (26/11) dengan ketinggian air mencapai tiga meter di sejumlah titik.
Rumah warga, fasilitas umum, serta jaringan kelistrikan turut terdampak oleh banjir dan angin kencang yang merobohkan sejumlah infrastruktur.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi yang memimpin langsung operasi pengendalian bencana menyebut ada 70 rumah yang terendam banjir di daerah itu. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sudah menetapkan Status Tanggap Darurat Banjir sejak Rabu (26/11) setelah menerima laporan potensi risiko dari seluruh kecamatan.
Hingga saat ini, akses menuju sejumlah wilayah di Aceh Tamiang masih terputus, baik akibat banjir maupun longsor, sehingga menyulitkan evakuasi, distribusi logistik, dan pengiriman bantuan tambahan. Kondisi tersebut juga menyebabkan sebagian warga masih sulit dijangkau oleh petugas.
Terputusnya jaringan komunikasi turut mengakibatkan banyak keluarga yang tinggal di luar daerah belum dapat memperoleh kabar dari anggota keluarga mereka di Aceh Tamiang. Situasi itu memunculkan kekhawatiran yang meluas dan mendorong perlunya perhatian yang lebih intens terhadap perkembangan di lapangan.
Baca juga: TNI bantu distribusi logistik ke posko pengungsi banjir Aceh Tamiang
Baca juga: BPBD: Wilayah hilir Aceh Tamiang terendam banjir luapan sungai
Dia menyebut banjir yang terjadi di Aceh Tamiang meninggalkan dampak luas dan memerlukan perhatian berkelanjutan dari berbagai pihak.
Dengan kondisi yang masih dinamis dan penanganan yang terus berlangsung, dukungan publik dan pemantauan informasi yang akurat menjadi elemen penting dalam menjaga keselamatan serta pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Sarman Simanjorang dalam pernyataan serupa menyatakan bahwa Apkasi saat ini tengah menggalang dukungan untuk membantu kabupaten terdampak.
"Solidaritas untuk membantu wilayah terdampak bencana di Sumatera, termasuk Aceh Tamiang menjadi hal penting yang harus kita dorong bersama. Penggalangan dana dan dukungan sedang dihimpun untuk membantu percepatan penanganan dan pemulihan bagi masyarakat," tuturnya.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































