Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meninjau pembangunan saluran air yang bertujuan memperkuat sistem drainase permukiman di Jalan Taman Ratu Indah, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar), pada Jumat.
“Peninjauan ini bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Kenneth di Jakarta, Jumat.
Pembangunan saluran air tersebut, kata dia, merupakan usulan dan aspirasi masyarakat yang diserap dalam masa reses Ke-II Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024-2025 Tahun Anggaran 2025.
Untuk itu, dia mengecek kesiapan pekerjaan, kesesuaian pelaksanaan dengan rencana teknis, kualitas material yang digunakan, serta mengidentifikasi berbagai potensi kendala yang muncul selama proses konstruksi.
Kenneth juga menegaskan pembangunan saluran air merupakan prioritas untuk meningkatkan kualitas sistem drainase di wilayah Kebon Jeruk.
Menurut dia, aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses harus diwujudkan melalui program pembangunan yang memberikan manfaat nyata dan mampu menjawab persoalan yang selama ini dihadapi warga.
"Sebagai wakil rakyat, saya memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap aspirasi masyarakat tidak berhenti pada tahap usulan, tetapi harus benar-benar direalisasikan melalui program pembangunan yang tepat sasaran,” ujar Kenneth.
“Karena itu, saya turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan, memiliki kualitas yang baik, dan selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,“ tambah dia.
Baca juga: SDA Jakbar kebut penyelesaian proyek saluran air di Kembangan
Lebih lanjut, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu mengatakan saluran air yang dibangun itu melintasi wilayah RW 10 Kelurahan Duri Kepa, RW 01 Kelurahan Kedoya Selatan, dan RW 11 Kelurahan Kedoya Utara.
Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas drainase, memperlancar aliran air antarwilayah, serta mengurangi potensi genangan maupun banjir saat curah hujan tinggi.
Kenneth menilai perkembangan kawasan permukiman yang semakin pesat serta meningkatnya intensitas hujan menyebabkan kapasitas saluran yang ada saat ini sudah tidak lagi mampu mengakomodasi debit air secara optimal.
Akibatnya, sejumlah titik kerap mengalami perlambatan aliran air sehingga memicu genangan ketika hujan deras.
Dia pun menekankan pembangunan saluran tersebut merupakan solusi jangka panjang untuk memperkuat sistem drainase kawasan, dengan kapasitas yang lebih besar dan jaringan saluran yang lebih terintegrasi.
“Kami berharap aliran air menjadi lebih lancar sehingga risiko genangan maupun banjir dapat ditekan secara bertahap," sambung tutur Kenneth.
Dalam peninjauan tersebut, Kenneth turut didampingi oleh perwakilan dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, para pengurus RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Lurah Duri Kepa, Lurah Kedoya Selatan, Lurah Kedoya Utara, serta pihak pelaksana pekerjaan.
Baca juga: Sudin SDA Jaksel revitalisasi saluran air di Jalan Menteng Atas Dalam
Baca juga: Cegah banjir, Sudin SDA Jaktim optimalkan fungsi saluran di Ciracas
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































