Jakarta (ANTARA) - World Boxing Council (WBC) mengumumkan legenda tinju asal Meksiko yang mencetak 67 kemenangan Ruben Castillo meninggal dunia saat berjuang melawan penyakitnya di California, Amerika Serikat, pada 25 Februari 2026 waktu setempat.
"Kami telah kehilangan Ruben Castillo yang hebat pada usia ke-68 tahun," tulis WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Ruben menjalani karier profesionalnya yang gemilang di kelas bulu dan kelas super bulu dari tahun 1975-1997 dengan membukukan rekor 67 kemenangan termasuk 35 knockout (KO), 10 kekalahan dan dua hasil imbang.
Ruben, yang memasuki dunia tinju profesional pada usia tujuh belas tahun, bertarung dalam 540 ronde yang luar biasa.
Di setiap ronde, Ruben bertarung dengan sekuat tenaga, dengan kecemerlangan teknik, kelicikan, keterampilan, tetapi juga dan yang terpenting dengan keberanian dan tekad baja yang luar biasa.
"Ruben berusaha dan kemudian berusaha lebih keras lagi. Dia adalah favorit para penggemar. Para penggemar itu memujanya, secara naluriah mengetahui dalam lubuk hati dan jiwa mereka, bahwa dia telah memberikan segalanya. Sungguh, dia pantas mendapatkan basis penggemarnya," tulis WBC.
WBC menyatakan bahwa di dunia tinju saat ini, Ruben pasti akan menjadi juara dunia. Dia kurang beruntung karena bertarung di era keemasan, di mana dia dengan berani menghadapi dan kalah dari Salvador Sanchez dan Juan LaPorte berdasarkan poin, dan dihentikan oleh Alexis Arguello dan Julio Cesar Chavez.
Selama berkarir, Ruben pernah mengakui bahwa pertarungan melawan Julio Cesar Chavez yang saat itu baru memenangkan gelar kelas super bulu WBC adalah merupakan tersulit dan paling menantang baginya.
WBC mengenang Ruben sebagai figur yang menyenangkan. Setiap orang yang pernah bertemu Ruben tersenyum dan mengenang kenangan berharga, karena dia selalu berusaha sekuat tenaga di atas ring dan kemudian menjadi teman yang luar biasa dan setia di luar ring.
"Betapa kami akan merindukan Ruben Castillo. Penuh semangat, tak terkalahkan, diberkahi dengan selera humor yang luar biasa ditambah kebaikan hati yang tak terlupakan dan kemanusiaan yang menyentuh," tulis WBC.
Baca juga: Pacquiao bertekad nodai rekor tinju Mayweather pada laga ulang
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































