Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang memfasilitasi siswa di Sekolah Rakyat dengan buku-buku berkualitas saat mengunjungi Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru pada Senin (12/1), Presiden Prabowo juga meninjau perpustakaan sekolah yang merupakan salah satu bentuk dukungan Perpusnas dalam penguatan literasi dan akses bahan bacaan bagi peserta didik.
"Mereka bisa akses ya, lewat online buku digital dapat dibaca," ucap Presiden dalam keterangan resmi dari Perpusnas yang diterima di Jakarta, Selasa.
Berkat dukungan Perpusnas, Sekolah Rakyat kini memiliki ribuan koleksi buku cetak. Terdapat juga Anjungan Baca Digital (ABD) yang memungkinkan siswa mengakses koleksi digital secara daring.
Presiden mengapresiasi capaian literasi Sekolah Rakyat yang mulai menorehkan prestasi, termasuk karya tulis siswa yang telah ditampilkan hingga tingkat nasional.
Bahkan menurutnya, dalam waktu enam bulan sejak berdiri, sejumlah siswa Sekolah Rakyat telah meraih prestasi akademik, termasuk juara olimpiade.
“Saya kagum, baru enam bulan sudah ada yang juara olimpiade. Saya terharu dan bangga," ujar dia.
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat jadi lebih sehat usai tiga bulan sekolah
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah menghadirkan kesejahteraan dan melindungi seluruh rakyat dari ancaman kemiskinan, kelaparan, penyakit, dan penderitaan.
"Kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita merdeka," tuturnya.
Presiden juga memberikan pesan kepada para siswa Sekolah Rakyat agar tidak rendah diri dengan latar belakang keluarga mereka.
"Jangan kau kecil hati, jangan malu orang tuamu hanya buruh atau petani miskin. Mereka mulia, bekerja keras dengan cara halal untuk masa depanmu," pesan Presiden.
Baca juga: Di hadapan Pesiden, Mensos tegaskan tidak ada KKN dalam Sekolah Rakyat
Prabowo mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029, dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah, sehingga total penerima manfaat dapat mencapai 500 ribu siswa.
"Cita-cita saya di akhir masa jabatan 2029, kemiskinan ekstrem bisa kita hilangkan dari Indonesia," ungkapnya.
Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, jumlah Sekolah Rakyat tersebut bahkan terdata menembus wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) hingga Papua, Maluku dan Nusa Tenggara.
Baca juga: Sekolah Rakyat bawa perubahan nyata kesehatan dan prestasi siswa
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































