Jakarta (ANTARA) - Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Timo Scheunemann mengatakan konsistensi penyelenggaraan kompetisi usia dini menjadi faktor penting dalam membangun fondasi sepak bola putri nasional sejak tingkat sekolah dasar.
Menurutnya, pembinaan sepak bola putri membutuhkan kompetisi yang digelar secara rutin dan berkelanjutan agar para pemain muda memiliki ruang berkembang melalui pengalaman bertanding.
“Kudus adalah kota pertama MLSC, jadi awal mula sepak bola putri tumbuh di sana dan terus konsisten dibangun. Sementara Malang baru dua kali menggelar MLSC, namun perkembangannya sudah terlihat baik, dari jumlah pemain maupun kualitas pemain,” kata Timo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, pembinaan pemain muda tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga membangun kebiasaan latihan, mental bertanding, hingga kecintaan terhadap sepak bola sejak usia dini.
“Prestasi itu memang penting tapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi para siswi dalam latihan. Ketika kemampuan mereka meningkat, mereka akan semakin senang bermain sepak bola. Dari situ baru digali potensi dan bakatnya,” ujar Timo.
Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung perkembangan sepak bola putri Indonesia.
Ia mengatakan peningkatan jumlah peserta dan kualitas permainan dalam setiap seri menunjukkan kompetisi usia dini mulai memberikan dampak positif terhadap pembinaan di daerah.
“MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan konsisten. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi yang digelar secara konsisten mampu menjadi wadah pembinaan yang efektif untuk melahirkan talenta-talenta sepak bola putri masa depan,” kata Teddy.
MilkLife Soccer Challenge Kudus dan Malang Seri 2 musim 2025-2026 diikuti lebih dari 3.500 siswi dari lebih 200 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah.
Pada seri Kudus, MI NU Baitul Mukminin menjadi juara kategori usia 10 tahun (KU 10), sedangkan SDN Jambean 02 Pati keluar sebagai kampiun KU 12.
Sementara di Malang, SDN Tulungrejo 02 merebut gelar KU 10 dan SDN Lowokwaru 3 menjadi juara kategori KU 12.
Baca juga: MilkLife Soccer 2025-2026 Seri 2 tambah dua kota di Kalimantan
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































