Jakarta (ANTARA) - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyampaikan perkembangan terkini terkait kondisi seorang pasien laki-laki berinisial AY (27 tahun) yang mengalami luka bakar akibat paparan cairan kimia pada area wajah dan beberapa bagian tubuh.
Menurut siaran pers resmi, yang diterima di Jakarta, Rabu, AY telah menjalani tindakan operasi berupa pembersihan jaringan (debridement) untuk mengangkat jaringan kulit yang mengalami kerusakan akibat luka bakar pada Senin (16/3).
Pada sebagian area luka juga telah dilakukan tindakan cangkok kulit sebagai bagian dari upaya mempercepat proses penyembuhan.
Baca juga: Kasus penyiraman air keras, Komisi I tekankan usut secara transparan
Saat ini pasien masih menjalani perawatan luka secara intensif. Perawatan ini bertujuan untuk mengevaluasi lebih lanjut kondisi dan kedalaman luka bakar, serta menentukan waktu yang optimal untuk pelaksanaan tindakan cangkok kulit lanjutan sesuai dengan perkembangan klinis pasien.
Selain itu, RSCM mengungkap bahwa pada area mata kanan pasien, diketahui mengalami kerusakan sel punca kornea yang diperkirakan sekitar 40 persen.
"Sebagai bagian dari penanganan, tim medis telah melakukan pemasangan membran amnion serta pemberian terapi anti-inflamasi untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," tulis keterangan tersebut.
Baca juga: LBH minta penyidik pakai pasal pembunuhan berencana kasus Andrie Yunus
Adapun kondisi terkini mata kanan pasien dalam keadaan stabil, dengan tingkat peradangan yang menunjukkan perbaikan. Sel punca kornea mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun proses epitelisasi masih dalam tahap pemantauan
lebih lanjut.
Pihak rumah sakit menyatakan kondisi pasien tetap dalam pengawasan tim medis multi disiplin dan mendapatkan perawatan komprehensif.
Pemantauan dilakukan secara berkala, termasuk untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya infeksi sekunder serta memastikan proses penyembuhan berjalan dengan baik.
Baca juga: KontraS minta lembaga negara usut menyeluruh kasus Andrie Yunus
"RSCM berkomitmen untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan berbasis keselamatan pasien. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini," tulis RSCM.
Sebelumnya, pihak RSCM mengungkap pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat (13/3) sekitar pukul 12 malam, dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.
Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.
Hasil pemeriksaan sebelumnya menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.
Baca juga: Kompolnas kawal penanganan kasus penyiraman air keras aktivis dilakukan Polri
Baca juga: KontraS: Kondisi Andrie Yunus sudah membaik dan dirawat lebih lanjut
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































