Komisi I DPR minta penembakan ASN di Jayawijaya diusut tuntas

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta meminta kasus penembakan terhadap tiga orang aparatur sipil negara Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata saat menjalankan tugas di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, diusut tuntas.

Legislator bidang keamanan tersebut mendorong aparat penegak hukum mengusut pelaku dan jaringan di balik penembakan serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.

"Jangan berhenti pada siapa yang menarik pelatuk. Ungkap siapa yang merencanakan, memasok senjata, dan memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan ini," kata Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya ketiga ASN yang sedang menjalankan tugas melayani masyarakat tersebut, sekaligus menegaskan bahwa negara wajib melindungi setiap warganya.

Serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap masyarakat sipil harus menjadi perhatian serius pemerintah. Pola itu dinilai mengindikasikan KKB semakin mengandalkan teror dan penciptaan ketakutan sebagai cara mempertahankan pengaruh.

"Ketika masyarakat sipil semakin sering dijadikan sasaran, ini menunjukkan bahwa teror dan rasa takut menjadi salah satu cara yang digunakan KKB untuk menunjukkan eksistensinya. Negara tidak boleh membiarkan strategi teror seperti ini berhasil," ucap Sukamta.

Pemerintah diminta memperkuat deteksi dini, intelijen, pengamanan wilayah, dan perlindungan terhadap masyarakat sipil, khususnya mereka yang bekerja di sektor pelayanan publik seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Sukamta mengatakan pembangunan dan pelayanan publik harus terus berjalan, tetapi keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas.

Untuk itu, negara harus hadir dan memastikan Papua tidak menjadi ruang bagi teror dan ketakutan.

"Jangan menunggu korban berikutnya baru bertindak. Ini saat yang bagus bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat bersama-sama untuk peningkatan keamanan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua tanpa kecuali," katanya.

Penembakan terjadi saat rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah mengantar bantuan pangan berupa ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Rabu (9/9).

Rombongan diadang saat berada di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena. Total tiga orang ASN menjadi korban penembakan hingga tewas, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani mengatakan berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku diduga berasal dari KKB Kodap III Ndugama. Namun, aparat masih melakukan pendalaman.

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |