Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkolaborasi dengan 48 perguruan tinggi untuk menguatkan Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) guna menguatkan pengelolaan lingkungan di daerah.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa PSLH yang digagas oleh Menteri Lingkungan Hidup RI pertama Emil Salim telah merumuskan berbagi kebijakan dan instrumen pelaksanaan pengendalian dan penataan lingkungan hidup di tanah air.
"Kementerian Lingkungan Hidup sangat tergantung dari rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan para expert yang ada di bawah binaan Bapak Menteri Brian," kata Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif.
"Harapan kami terdapat revitalisasi peran dari PSLH sehingga dukungan-dukungan yang diperlukan oleh pemerintah kabupaten dan kota dapat diwujudkan," ujarnya.
Dia mengatakan peran universitas dengan akademisi dan pakar tidak hanya dalam perumusan kebijakan lingkungan, tetapi juga perencanaan, evaluasi bahkan aspek penegakan hukum.
Baca juga: KLH upayakan revitalisasi Pusat Studi Lingkungan Hidup di semua kampus
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan sebagai kementerian yang membawahi perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengapresiasi pelibatan universitas dalam pembentukan kebijakan lingkungan hidup oleh KLH.
Pelibatan itu merupakan bagian dari program Kemendiktisaintek untuk mendorong para sivitas akademika di berbagai kampus Indonesia untuk memberikan sumbangsih nyata untuk mendukung penyelesaian masalah, termasuk beragam isu lingkungan.
"Semoga kolaborasi ini menjadi sangat kuat, kampus kami, laboratorium-laboratorium, peneliti, itu juga sehingga mendapat bahan-bahan yang dapat digunakan untuk meneliti dan tentunya itu sangat relevan dengan kebutuhan dan sebaliknya juga dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup bisa mendapatkan kajian-kajian yang lebih dapat dipertangggunjawabkan secara akademik," kata Brian.
Sebelumnya, kerja sama dilakukan antara KLH/BPLH dengan 48 perguruan tinggi untuk mendukung rehabilitasi mangrove di 123 lanskap di seluruh Indonesia.
Baca juga: Menteri LH libatkan kampus untuk rumuskan kebijakan berbasis keilmuan
Diharapkan dengan peresmian kolaborasi tersebut PSLH yang berada di berbagai wilayah dapat mendukung tidak hanya kerja Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal) tetapi juga mendukung pembentukan kebijakan lingkungan hidup pemerintah kota/kabupaten.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































