Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas 1.142 taruna untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di Aceh dan Sumatera Barat melalui penugasan lapangan selama sekitar tiga bulan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, taruna akan dibagi ke sejumlah titik sesuai arahan Satuan Tugas (Satgas) percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
“Kami dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengirim 1.142 taruna ke wilayah daerah bencana di Aceh dan Sumatera Barat,” kata Trenggono di Jakarta, Rabu.
Dia menyebut penugasan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran vokasi dan akan dikonversi menjadi kredit akademik.
Baca juga: Sambut Ramadhan, Kemenag pulihkan fasilitas ibadah terdampak banjir
“Kita akan berikan juga sebagai satu kredit 8 SKS,” ujar dia.
Ia mengatakan, KKP memiliki sekitar 6.000 taruna dan siap menambah personel bila Satgas membutuhkan tambahan tenaga di lapangan.
Menurutnya, tugas taruna antara lain membantu pemulihan, termasuk pembersihan lumpur di wilayah terdampak, serta kegiatan kemanusiaan lain sesuai kebutuhan lokasi.
Ia menambahkan, KKP menekankan aspek keselamatan dan kesehatan taruna selama menjalankan misi kemanusiaan di daerah bencana.
Baca juga: TNI AD kerahkan empat alat berat ke lokasi bencana di Sumatera Utara
Dalam paparan kegiatan, KKP menyatakan, taruna berasal dari sejumlah satuan pendidikan, termasuk Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, Sidoarjo, Dumai, Pangandaran, serta SUPM Ladong dan Pariaman.
Kementerian Kelautan dan Perikanan berbicara dengan salah satu taruna yang dilepas untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dan Sumatera Barat, Jakarta, Rabu (14/1/2026). (ANTARA/Aria Ananda)KKP menyebut taruna akan dilibatkan dalam dukungan rekonstruksi fasilitas umum, rehabilitasi lingkungan dan permukiman, trauma healing, serta pendampingan psikososial masyarakat terdampak.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam koordinasi Satgas penanganan bencana dan melibatkan kerja sama lintas instansi.
Trenggono mengatakan, penugasan lapangan juga menjadi pengalaman pengabdian bagi taruna sekaligus memperkuat kontribusi sektor kelautan dan perikanan dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak.
Baca juga: BNPB: 1.189 korban meninggal akibat bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
"Penugasan taruna ke lokasi bencana ini merupakan bagian dari proses pendidikan yang utuh di mana taruna belajar langsung tentang arti pengabdian, kerjasama lintas instansi, disiplin, empati dan keberanian untuk hadir di saat bangsa membutuhkan," tutur dia.
Baca juga: BNPB percepat pembangunan hunian dan operasi modifikasi cuaca Sumatera
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































