Kenapa Gen Z sering sakit lambung? Ini 4 penyebabnya

2 days ago 15

Jakarta (ANTARA) - Sakit lambung merupakan gejala atau kelainan yang terjadi akibat adanya gangguan pada saluran pencernaan bagian atas, khususnya organ lambung, yang ditandai dengan rasa nyeri, perih, atau ketidaknyamanan pada area ulu hati.

Kondisi ini mencakup berbagai kelompok penyakit seperti dispepsia (maag), peradangan dinding lambung (gastritis), luka pada mukosa lambung (tukak lambung), hingga penyakit asam lambung (GERD) yang umumnya dipicu oleh paparan asam lambung berlebih, infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping obat-obatan tertentu, pola makan yang tidak teratur, serta faktor stres.

Istilah “anak muda kok dikit-dikit maag” kini bukan lagi sekadar guyonan di media sosial. Penyakit gangguan pencernaan seperti maag, gastritis, hingga Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) telah bergeser menjadi masalah kesehatan khas Generasi Z.

Tren kesehatan mencatat bahwa sekitar 36 persen kasus asam lambung saat ini ditemukan di kalangan anak muda. Bagi generasi yang hidup di tengah serbuan gaya hidup serba cepat, gangguan lambung seolah menjadi "paket komplit" dari rutinitas harian.

Baca juga: 8 Minuman yang baik untuk pengidap asam lambung

Ada beberapa faktor utama yang saling berkaitan dan menjadikan lambung anak muda rentan bermasalah:

  1. Tingkat stres dan GERD Anxiety: Gen Z dihadapkan pada tekanan akademis, pekerjaan, hingga tren Fear of Missing Out (FOMO). Stres emosional meningkatkan produksi hormon kortisol yang memicu produksi asam lambung berlebih.
  2. Ketergantungan kopi dan minuman manis: Konsumsi kopi kekinian berkafein tinggi saat perut kosong menjadi kebiasaan harian. Kafein mengendurkan otot katup kerongkongan bawah (lower esophageal sphincter), sehingga asam lambung mudah naik.
  3. Pola makan tidak teratur: Kebiasaan melewatkan sarapan, sering makan makanan pedas atau bersantan, serta makan larut malam sebelum tidur memperburuk iritasi dinding lambung.
  4. Sering begadang: Jam tidur yang berantakan mengganggu irama sirkadian tubuh dan fungsi kerja saluran pencernaan.

Baca juga: Konsumsi minuman manis berlebihan meningkatkan risiko kanker lambung

Langkah efektif mengatasi dan mencegah sakit lambung

Mengubah gaya hidup adalah kunci utama dalam mengelola kesehatan lambung secara jangka panjang:

  1. Terapkan pola makan mindful eating: Makan dalam porsi kecil namun sering (4–5 kali sehari) untuk mencegah lambung kosong terlalu lama. Hindari langsung berbaring minimal 2–3 jam setelah makan. Batasi pemicu asam lambung: Batasi asupan kafein, makanan bersantan, pedas, dan minuman berkarbonasi. Gantilah dengan air putih hangat atau teh herbal.
  2. Kelola stres dengan baik: Luangkan waktu untuk istirahat, olahraga teratur, atau teknik pernapasan untuk menurunkan kecemasan.
  3. Perbaiki jam tidur: Pastikan tidur cukup 7–8 jam sehari agar proses regenerasi sel-sel pencernaan berjalan optimal.
  4. Penanganan medis: Jika gejala nyeri ulu hati atau rasa terbakar di dada (heartburn) sering kambuh, konsultasikan ke dokter untuk pengobatan yang tepat.

Dengan mengikuti cara mencegah sakit lambung dari cara di atas bisa memperkecil kemungkinan untuk sakit lambung untuk para gen-z dan hidup jauh lebih sehat dengan menerapkan pola tidur yang cukup,makan tepat waktu dan mengelola stres dengan baik, demikian merangkum dari Kemkes dan sumber-sumber lain.

Baca juga: Sering dianggap mirip, ini bedanya sakit jantung dan asam lambung

Baca juga: Kenali pola minum kopi yang baik untuk penderita asam lambung

Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |